oleh

Amdal TPA Argasunya Diduga Masih Bermasalah

CIREBON (CT) – Persoalan lingkungan di wilayah Blok Kopiluhur, Kelurahan Argasunya yang berdampak pada kesehatan masyarakat diduga karena Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dibuat tanpa adanya partisipasi masyarakat (tidak transparan, red), hal tersebut diutarakan oleh ketua RT 02, Imam.

“Kalau Amdalnya melibatkan masyarakat, pasti hal dampak negatif tidak akan terjadi,” ungkapnya, Rabu (25/05).

Dirinya menambahkan bila memang amdal sudah dimiliki, ke depan harus dievalusi bersama-masa masyarakat. “Sejak Amdal dibuat pada tahun 1997 dan pernah direvisi pada tahun 2012, bila di tahun sekarang ternyata TPA bermasalah silakan dievaluasi kembali dengan melibatkan masyarakakat,” tambahnya.

Berbeda dengan masyarakat yang menyoroti Amdal, menanggapi penyakit yang melanda masyarakat Kopiluhur, Kelurahan Argasunya. Ketua Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Cirebon, Agung Sedijono malah mensoroti kajian lingkungan yang dilakukan pihaknya baru-baru ini.

“Hari ini baru saja kami menerima sempelnya dari laboraturium Sucovindo, kami belum melakukan analisis lebih lanjut. Di duga masyarakat Kopi Luhur Kelurahan Argasunya terinfeksi virus mangan dan coli,” ungkapnya.

Tambahnya, setelah melakukan anlisa lebih lanjut pihaknya akan langsung mengirim nota dinas ke walikota terkait hasil laboraturium.

“Semua pihak harus bersinergi dalam menyelesaikan persoalan ini, contohnya bila dari pihak kesehataan masyarakat Kopi Luhur Argasunya yang mengajukan pengobatan dahulukanlah,” anjurnya. (Roy)

BACA JUGA:   Ini Penjelasan Anak Bupati Majalengka Terkait Berita Penembakan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed