oleh

9 Alasan Terasi Menjadi Makanan Khas Cirebon

CIREBON (CT) – Cirebon adalah daerah yang memiliki beragam budaya dan kuliner yang menarik plus unik, salah satunya adalah terasi. Kalau membicarakan Cirebon, tentunya identik dengan terasi, karena terasi adalah bagian penting dari sejarah Cirebon, Sabtu (27/12).

Bahan olahan untuk bumbu makanan tersebut, yang terbuat dari rebon, memiliki rasa yang khas dan mudah menyatu dengan makanan lain tanpa menghilangkan rasa asli makanan tersebut, bahkan membuat lebih enak rasanya. Dari hal itulah, terasi menjadi oleh-oleh khas Cirebon.

Menurut Ratu Raja Arimbi Nurtina, ST. juru bicara Kesultanan Kanoman,
ada 9 alasan terasi menjadi oleh-oleh khas Cirebon, yakni:

1. Bahan Baku Terasi 100% dari Rebon

Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan terasi adalah berupa rebon atau udang kecil dengan ukuran panjang berkisar antara 1 cm – 2,1 cm (membujur), lebar 0,3 cm dengan warna keputihan. Dengan tanpa adanya tambahan apapun seperti pengawet atau perasa buatan, membuat terasi memiliki ciri khas rasa yang unik.

2. Bergizi

Dari 100 gram terasi, mengandung energi sebesar 155 kilo kalori, protein 22,3 gram, karbohidrat 9,9 gram, lemak 2,9 gram, kalsium 3812 miligram, fosfor 726 miligram. Selain itu di dalam Terasi juga terkandung vitamin B1 0,24 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Terasi, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

“Terasi sangat baik untuk kesehatan, karena memiliki kandungan gizi yang tinggi,” ujar dr. Nurkholis warga yang sekaligus dokter di Desa Mertapada Wetan, Kecamatan Astanajapura.

3. Memiliki Aroma dan Rasa yang Khas

Terasi memiliki bau yang tajam dan rasa yang khas, agak keasinan, karena ada unsur garam sebagai penajam rasa sebagai bahan pengawet alami, biasanya digunakan untuk membuat sambal terasi, tapi juga sering ditemukan dalam berbagai resep tradisional Indonesia.

BACA JUGA:   Polres Majalengka Adakan Diklat Patroli Keamanan Sekolah

4. Dibuat Secara Tradisional

Pembuatan terasi Cirebon dibuat secara tradisional dan sampai sekarang masih dipertahankan, agar rasa terasi yang khas tetap terjaga. Alat yang digunakan yakni, Cobek besar untuk menumbuk dan waring atau jaring kecil untuk menjemur.

“Pembuatan terasi masih secara tradisional, yakni untuk menjaga kualitas, agar rasa tetap terjaga,” ujar Kasneri pembuat terasi asal Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura.

5. Harganya Murah

Harga terasi yang murah menjadi daya tarik tersendiri dari terasi khas Cirebon tersebut, yakni hanya dengan Rp. 15.000 bisa mendapatkan terasi satu glondong yang beratnya 3 ons.

“Harga terasi di Cirebon lebih terjangkau, dengan uang Rp. 15.000 bisa mendapatkan satu glendek (gelondong, red) terasi,” ujar Solihin, warga Desa Cantilan Sigong, Kecamatan Lemah Abang.

6. Tahan Lama

Pada pembuatan terasi, ada campuran garam yang memiliki fungsi ganda, yaitu untuk memantapkan cita rasa terasi yang dihasilkan pada konsentrasi 20% (200 g/kg bahan baku), garam mampu berperan sebagai bahan pengawet, namun dalam konsentrasi lebih dari 20% justru akan menggangu proses fermentasi.

7. Memiliki Bentuk yang Unik

Karena sifatnya adonan, terasi bisa dibuat menjadi beberapa bentuk dan hal itulah yang membuat terasi menjadi unik.

8. Bersih

Karena melalui proses fermentasi, terasi terhindar dari bakteri yang sifatnya jahat dan dijamin kebersihannya.

“Kami membuat terasi, sangat menjaga kebersihan, dengan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memegang adonan,” ujar Kasneri.

9. Menjadi Bagian Sejarah Cirebon

Terasi adalah simbol daerah Cirebon, karena bahan olahan makanan tersebut sangat berkaitan erat dengan peradaban sejarah Cirebon.

“Terasi itu adalah bahan makanan yang memiliki hubungan erat dengan kesejarahan Cirebon dan bukan hanya sekedar makanan, namun juga sebagai simbol peradaban Cirebon,” ujar Cheppy, budayawan Cirebon.

BACA JUGA:   KPU Majalengka Raih Dua Penghargaan Tingkat Jabar

Cheppy yang juga didampingi oleh Ratu Raja Arimbi Nurtina, ST., setuju, bahwa sebenarnya, ada banyak alasan mengapa terasi bisa menjadi makanan khas Cirebon yang eksistensinya masih terjaga hingga sekarang. Namun dari banyak alasan tersebut, 9 hal yang telah dijelaskan di atas adalah alasan utama, mengapa eksistensi terasi masih terjaga hingga sekarang.

“Ada 9 alasan terasi menjadi oleh-oleh khas Cirebon, yakni segi rasa, harga, gizi, keterkaitan sejarah, kebersihan, masih mempertahankan tradisi, bentuk, tahan lama dan bahan baku terjaga,” tuturnya. (CT-127)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed