oleh

Kado Harlah ke-4 Tahun, SPTIB Terima SK IPHPS

Citrust.id – Ribuan petani hutan di Indramayu hadiri kegiatan ulang tahun SPTIB (Serikat Pejuang Tani Indramayu Barat) yang ke-4 tahun, di Desa Tanjungkerta Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu, Minggu (30/12)

Acara yang bertajuk “Serikat kuat, mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan untuk menunjang kedaulatan pangan nasional” tersebut digelar cukup sederhana namun meriah dengan diikuti antusias oleh ribuan petani hutan yang merupakan anggota SPTIB dan petani penggarap lahan hutan Perhutanan Sosial di Indramayu.

Selain itu, acara Harlah SPTIB yang ke-4 tahun juga dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan H. Syamsul Bachri,  Anggota DPRD Kabupaten Indramayu H.Abdul Rohman dari Fraksi PDI Perjuangan,  perwakilan dari Polres Indramayu, perwakilan dari Kodim 0616 Indramayu, Muspika Kecamatan Kroya, Kepala Desa Tanjungkerta, serta perwakilan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh ulama.

Dalam acara tersebut, dimeriahkan juga oleh pagelaran kesenian daerah yakni Tari Serimpi, Kuda Depok, Kuda Lumping, serta pawai karnaval petani dengan berkeliling kampung hingga puluhan kilometer dengan membawa tumpengan dan baliho bergambar SK IPHPS (Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial) dari KLHK, sebagai ungkapan rasa syukur petani atas terbitnya SK IPHPS tersebut.

Ketua umum SPTIB, Wajo mengungkapkan, perayaan harlah SPTIB yang ke-4 tahun ini, pihaknya sangat berbahagia, karena dibarengi dengan terbitnya SK IPHPS di 4 lokasi.

“Kami berterimakasih kepada Bapak Jokowi yang telah melegalkan tanah kami melalui SK IPHPS, terima kasih juga kepada segenap kawan pendamping dan semua yang membantu dalam proses keluarnya SK IPHPS,” ungkapnya

Wajo menyebutkan, 4 lokasi tersebut yakni Desa Kroya dengan luas 522 hektar sebanyak 408 KK, Desa Mekarjaya dengan luas 69 hektar sebanyak 71 KK, Desa Sanca dengan luas 350 hektar sebanyak 217 KK, Desa Cikawung dengan luas 203 hektar sebanyak 133 KK.

“Program kerakyatan yang ada di pemerintahan Jokowi membuat kami para kaum tani tuna lahan menjadi punya kepastian secara hukum,” tegasnya.

Kuwu Desa Tanjungkerta, Rasma dalam sambutannya berharap, pada harlah ke-4 tahun ini SPTIB lebih maju, berkembang, anggotanya subur dan makmur

“Pemerintah desa mendukung SPTIB untuk memakmurkan petani, jangan sampai tertindas oleh Perum Perhutani,” tandasnya./didi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed