oleh

Waspadai Gizi Buruk, Ketahanan Pangan Jadi Perhatian Khusus

Citrust.id – Dinas Pangan Pertanian dan Kelautan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon menggelar rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan bersama sejumlah komponen Pemerintahan Daerah Kota Cirebon, Selasa (20/8/2018).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, mengatakan, Kota Cirebon merupakan salah satu daerah dengan kemajuan yang amat pesat. Imbasnya, di sebagian wilayah Kota Cirebon muncul pemukiman padat.

“Meningkatkan ketahanan pangan butuh strategi khusus. Mulai dari memilih bahan hingga menjadi kemasan yang menarik masyarakat untuk mengkonsumsi,” katanya.

Berbicara ketahanan pangan, lanjut Azis, selain melihat hasil produk yang dibuat juga harus memperhatikan kandungan gizi. Bahan menjadi kekuatan agar sektor gizi baik.

“Ada satu warga Argasunya yang mengalami gizi buruk. Meski demikian bukan berarti warga di sekelilingnya juga buruk. Hal ini justru jadi perhatian khusus karena dinas terkait mampu menemukan dan mencari solusi agar bisa teratasi,” ucap Azis.

Sementara itu, Kepala DPPKP, Ir Yati Rohayati, mengakui, ada warga Kelurahan Argasunya yang mengalami gizi buruk. Namun, bukan berati semua warga juga mengalami gizi buruk. Kawasan lainnya aman.

“Melalui kegiatan rapat koordinasi ini, dinas memberikan perhatian lebih agar tidak ada lagi warga yang mengalami gizi buruk,” ucapnya.

Yati menambahkan, lahan produksi pangan Kota Cirebon sangat terbatas sehingga harus ada strategi khusus kawasan perkotaan. Salah satunya adalah dengan urban farming. Dengan cara itu warga bisa menanam dan panen bahan pangan di depan rumah.

“Lahan pangan hanya 10 persen dari luas wilayah. Namun, kami punya semangat dan optmis untuk bisa menumbuhkan ketahanan pangan dengan urban farming. Melalui sosialisasi secara berkelanjutan, kami yakin bisa mendongkrak Kota Cirebon menjadi daerah dengan kemandirian pangan,” katanya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed