oleh

Waduh, 15 Tahun TKI Asal Cirebon Tak Digaji dan Dilarang Pulang

Citrust.id – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Kalipasung, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon diduga tak bisa pulang di Saudi Arabia. TKI tersebut bernama Tumina, bekerja sebagai asisten rumah tangga selama 15 tahun atau sejak 2004.

Keluarga Tumina merasa khawatir karena komunikasi terkahir pada Februari 2019 lalu. Saat itu, Tumina berjanji untuk pulang ke Cirebon. Namun, kepulangannya gagal, diduga lantaran dilarang oleh majikannya. Bahkan, selama 15 tahun bekerja, Tumina tidak diberikan gaji.

Dengan kondisi demikian, keluarga Tumina mengadu ke LBH Kemanusiaan Keadilan Cirebon. Dari hasil penelusuran pihak LBH, diketahui Tumina berangkat melalui PT Rahana Karindo Utama yang beralamat di Jalan Olahraga II Nomor 23 Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur.

“Tumina bekerja selama sebulan di awal penempatannya. Namun, karena adanya penganiayaan, Tumina ganti majikan kepada orang yang menolongnya, yakni Ali-Nida yang beralamat di Om-Al-Hashat Kota Damam Kerajaan Saudi Arabia,” kata Ahmad Fauzan, Pimpinan LBH Kemanusiaan Keadilan, Kamis (22/8/2019).

Di majikan yang kedua tersebut, diduga Tumina diperlakukan tidak baik. Karena tidak digaji dan dilarang pulang. Hingga membuat keluarganya khawatir. Bahkan, sampai orangtua Tumina meninggal pun, Tumina tidak bisa diberitahu.

“Saya bersama Kuwu Desa Kalipasung, Muslikh, mengadu ke LBH dengan harapan bisa menjembatani agar Tumina bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga,” ucap Sukeni, kakak kandung Tumina.

Rencananya, LBH Kemanusiaan dan Keadilan Cirebon akan menemui BNP2TKI dan Bupati Cirebon. Hal ini untuk melakukan audiensi serta meminta perlindungan hukum dari menteri luar negeri, menteri tenaga kerja dan gubernur Jawa Barat. Selain itu, bisa memproses hingga Tumina pulang.

“Pemohonan ke pemerintah pusat belum ada tirik terang. Sehingga kami dari LBH akan menemui langsung ke BNP2TKI serta bupati. Sehingga bisa mengetahui jawaban secara langsung dari kepala daerah dan badan yang menaungi TKI,” kata Fauzan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed