Usut Kasus Vina, Polisi Diminta Terbuka dan Profesional

Citrust.id – Kasus Vina kembali ramai diperbincangkan bak bola salju. Bukannya menambah terang, justru kasus itu menambah panjang dan menimbulkan teka-teki publik yang semakin hari terus menimbulkan banyak spekulasi.

Parahnya lagi, banyak bermunculannya akun-akun konten kreator yang memuat tentang kasus itu justru malah membuat gaduh di masyarakat. Konten yang bermunculan saat ini cenderung mengarah kepada berita bohong atau hoaks

Ketua Ikatan Wartawan Kota Udang (Wardang), Muslimin, menyayangkan banyaknya konten bermuatan hoaks. Hal itu tentu bisa membahayakan bagi kekondusifan Kota Cirebon, karena bisa memancing masyarakat untuk berbuat suatu hal yang bisa dianggap melanggar hukum.

“Salah satu contoh pada tanggal 1 Juni kemarin, banyak konten yang memuat soal peristiwa demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Kota Cirebon. Padahal, potongan gambar penjagaan polisi atau aksi demo itu berasal dari demo pada beberapa tahun yang lalu,” ujar Muslimin.

Muslimin mengatakan, netizen saat ini sudah merasa paling benar dan hebat dengan melakukan cocokologi yang justru berujung fitnah.

“Asal share, asal posting, ini kan berbahaya. Bahkan, netizen kita mengambil gambar atau video dari akun yang tidak bisa dipercaya atau akun abal-abal. Ini kan jelas berbahaya, jika aksi cocokologi ini menimbulkan fitnah,” kata Muslimin.

Ia berharap, pihak kepolisian bisa cepat mengusut tuntas kasus ini untuk mengembalikan kepercayaan dari publik mengenai penegakan hukum di Indonesia.

Muslimin juga mendukung penuh dan mengapresiasi langkah kepolisian dengan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus itu.

“Kami percaya, polisi bisa menyelesaikan kasus ini, tentunya dengan sikap profesional dan adanya keterbukaan dalam pengusutan kasus ini, publik akan kembali memberikan kepercayaan atas penegakan hukum di negara ini,” tuturnya.

Muslimin menambahkan, untuk kasus Vina yang sudah terjadi delapan tahun lalu, polisi ada baiknya memulai penyelidikan dari awal. Hal itu untuk menghindari persepsi publik yang selama ini terlanjur berspekulasi, bahwa ada sesuatu yang ditutupi dalam kasus itu.

“Agar kasus ini tidak kemudian berlarut-larut, ya sebaiknya ini harus dimulai dari awal penyelidikannya kemudian polisi menjalankan prosedur penyelidikan dengan secara terbuka. Setidaknya, langkah ini bisa kembali membuat citra polisi kembali menjadi baik di mata masyarakat,” pungkasnya. (Haris)

Komentar