oleh

Tetangga Saya (4)

Catatan DADANG KUSNANDAR*

SELEMBAR undangan pernikahan diantar ibu-ibu pengajian. Isinya ternyata bukan ceramah ustad atau kiai, melainkan undangan pernikahan. Rupanya musim pernikahan seiring cukup derasnya curah hujan di Cirebon kembali datang.

Memang tidak seramai bulan Rabi’ul Awal namun pernikahan sepertinya tak kenal hitungan bulan. Orang tidak lagi menganggap bulan Shafar sebagai kawin anjing sebagai dulu pernah dipercaya sebagian orang tua. Intinya setiap bulan adalah baik untuk menggelar pernikahan.

Undangan pernikahan yang saya terima awal Januari 2018 memang baru ada 2 (dua) lembar. Sedang tetangga saya telah menerima 4 (empat) eksemplar.

Bakda shalat Maghrib tak sengaja bersua dengan tetangga yang hendak menikahkan putrinya. Saat bersalaman usai do’a cukup panjang yang dipimpin imam rawatib, ia membisikkan sesuatu. “Nanti lek-lekan ya Pak”, katanya.

Seketika saya menjawab pelan, “Jangan lupa kartu gaple”.
Obrolan berlanjut sambil pulang ke rumah masing-masing. Teringat lek-lekan bersamanya, main kartu hingga menjelang beduk shubuh.

Yang menarik dari lek-lekan adalah silaturahim antarsesama peserta. Ada yang asik main kartu. Ada yang merangkai janur untuk asesoris hajatan. Ada yang sibuk menata ini itu. Sementara ibu-ibu sibuk di dapur.

Pukul 00.00 lewat sedikit biasanya nasi goreng hangat disajikan untuk para pengobeng/ peserta lek-lekan. Permainan kartu terhenti sejenak dan sambil menikmati nasi goreng, maen gaple pun terus berlangsung. Nasi goreng tengah malam jadi pengganti kue dan juadah yang sudah sejak pukul 21.00 WIB disantap.

Lek-lekan mengakrabkan lagi hubungan antartetangga. Mereka yang jarang bersua bisa saling berbagi cerita, bahkan tak jarang membicarakan bisnis. Meski obrolan pada lek-lekan (boleh dikata) tidak seserius obrolan di kantor pada hari kerja, akan tetapi jalinan persaudaraan antartetangga sekampung terbina kembali. Kata kuncinya tidak lain ialah silaturahim. Dalam bahasa agama, mereka yang menjalin silaturahim akan memperpanjang usia dan rejeki. Wallahu ‘alam bish shawab. []

BACA JUGA:   Pemkab Kuningan Dukung Program Nusantara Sehat

*Kolomnis, tinggal di Cirebon.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed