oleh

Tanggap Darurat Banjir Ciledug Wetan, Posko Kesehatan Beroperasi 24 Jam

Citrust.id – Selama masa tanggap darurat banjir di wilayah Ciledug dan sekitarnya, posko kesehatan utama yang berpusat di Kantor Desa Cilengkrang dan Puskesmas Ciledug, tetap buka selama 24 jam penuh.

Rencananya, Posko Kesehatan Utama akan beroperasi 24 jam hingga 14 Maret 2018. Sementara posko kesehatan insidental di wilayah terisolir meliputi kampung Cihoe, Palabuhan, Genteng, Tanjung Anom serta wilayah lain beroperasi sesuai jam kerja.

Malahan untuk mengintensifkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat korban banjir, pihak Puskesmas juga menyediakan stand layanan kesehatan keliling di beberapa titik terdampak. Hal tersebut dikatakan Koordinator Posko kesehatan Banjir Kecamatan Pasaleman, Tuti, kepada citrust.id di ruang kerjanya.

Ia menuturkan hingga sejauh ini tingkat kunjungan warga terdampak ke posko layanan kesehatan sekira 168 kunjungan per posko tiap hari, atau total kunjungan 2080 dari posko kesehatan yang ditangani Puskesmas Kecamatan Pasaleman.

“Untuk ketersediaan obat dari dinas kesehatan, hingga sejauh ini relatif masih mampu untuk mencukupi kebutuhan,” tambah Tuti.
Sementara yang paling dirasa kurang, ungkap perempuan yang kesehariannya bertugas sebagai bidan Puskesmas Pasaleman, adalah tenaga kesehatan, mengingat keterbatasan jumlah personel yang dimiliki. Untuk menanggulangi hal itu, pihaknya meminta bantuan kepada tenaga kesehatan yang berasal dari tenaga di Puskesmas terdekat.

Ketika citrust.id menanyakan jenis penyakit apa saja yang kini tengah mewabah sebagai dampak banjir, ia menjelaskan bahwa hingga sejauh ini pihaknya belum menemukan penyakit berbahaya, kecuali penyakit demam, flu, diare hingga gatal-gatal.

Karenanya, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan tenaga di lapangan untuk melakukan pengumpulan data dan informasi, dengan tujuan untuk mengidentifikasi serta memantau resiko-resiko timbulnya wabah penyakit.

Di hadapan warga terdampak yang tengah berobat, ia mengingatkan agar warga lebih berhati-hati, karena banyak wabah penyakit yang mungkin timbul di masa pasca-banjir. /rohmat em humair

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed