oleh

Saut P. Hutagalung: Perlu Adanya Koperasi Untuk Pelaku Usaha Kerupuk

INDRAMAYU (CT) – Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Saut P. Hutagalung mengatakan perlu ada standarisasi produk yang dibuat dari sektor usaha kecil menengah. Terlebih saat ini Indonesia sedang mengarah kepada industrialisasi produk olahan.

Hal tersebut diucapkann di sela-sela kunjungannya ke sentra kerupuk ikan di Desa Kenanga, Blok Dukuh, Kecamatan Sindang, Kamis (11/12). Menurutnya, sektor UKM adalah yang paling perlu dibantu dalam upaya industrialisasi pengolahan.

Saut mengatakan, sektor pengolahan ikan memiliki potensi yang besar. Terlebih bila melihat hasil produksi ikan yang saat ini ada, yakni mencapai 15 juta ton ikan. Kemudian, hal itu juga diimbangi oleh tingkat konsumsinya yang mencapai 15 kilogram per kapita.

“Sekarang tinggal bagaimana kita membantu UKM yang bergerak di sektor pengolahan produk laut. Terutama melalui penerapan standar-standar produk yang dihasilkan,” katanya.

Dia menyebutkan, standarisasi produk itu mencakup soal kesehatan produk, SNI, kemasan, maupun aspek perizinannya. Menurut dia, masih banyak pelaku UKM yang tidak memenuhi standarisasi produk seperti itu.

Padahal, kata dia, bila produk yang dihasilkan oleh UKM itu memenuhi standarisasi, bisa menjamin aspek pemasarannya. “Kami mengharapkan agar semua pihak, terutama pemerintah daerah, bisa mendorong peningkatan kualitas produk UKM dengan menerapkan standar yang layak agar kesehatan konsumen juga terjamin,” tuturnya.

Selain itu, dia mengatakan, terkonsentrasinya UKM dalam sentra tertentu bisa memudahkan pengucuran bantuan yang tersedia. Selain itu, sentra produksi juga bisa menguatkan para pelaku UKM.

Namun demikian, di sentra kerupuk ikan Blok Dukuh, dia melihat belum adanya koperasi. Dia menghimbau agar para pelaku di sentra produksi kerupuk ikan Blok Dukuh agar menyusun koperasi. “Diharapkan penyediaan bahan baku bisa lebih baik dengan adanya koperasi,” ujar dia.

BACA JUGA:   Pemkab Kuningan Terancam Digugat Sengketa Penguasaan Lahan

Terkait dengan pengembangan sentra produksi kerupuk ikan Blok Dukuh, dia menyebutkan, pihaknya telah memberikan bantuan sebanyak Rp. 2 miliar. Bantuan itu berupa peralatan-peralatan untuk pengemasan produk.

Selain itu, dalam kunjugan tersebut, diresmikan juga rumah kemasan produk UKM. Menurutnya, rumah kemasan itu bertujuan untuk mengembangkan kualitas produk yang ada di sentra Blok Dukuh.

Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu, Supendi mengatakan, pihaknya terbuka dalam setiap investasi untuk pengembangan UKM. Terkait dengan bantuan yang datang dari pihak pemerintah pusat, dia mengaku, siap untuk menyediakan kebutuhan lahannya.

“Kami menyambut baik setiap bantuan untuk pengembangan sentra kerupuk. Bila pemerintah pusat hendak membangun sarana dan prasarana, kami siap menyediakan lahannya. Misalnya bangunan dari pusat siap, kami juga akan siap soal penyediaan lahannya,” kata dia. (CT-112)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed