oleh

Salah Prosedur Penggalian Jadi Penyebab Tebing Galian C Susukanlebak Longsor

Cirebontrust.com – ‎Longsornya tebing galian C di Blok Nagrak, Desa Ciawiasih, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon yang memakan korban luka bernama Karnadi (38) kernek alat berat (ekscavator) warga Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura pada Minggu (11/06) lalu akibat kesalahan prosedur atau cara penggalian.

“Pengamatan di lapangan penggalian dilakukan secara sporadis. Kolam sedimen tidak dibuat secara cukup dan langsung air serta sedimen dari quarry mengarus ke Sungai Rajadana,” ungkap Deddy Madjmoe salah satu tim assesment saat melakukan tinjauan lapangan dengan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat‎, Senin (12/06) kemarin.

Selain itu, hasil pengamatan di lapangan diketahui, top soil atau lapisan tanah atas quarry dengan luas lahan 8 hektare tersebut sudah tidak ada. Top soil diangkut keluar dan tidak di tempatkan pada tempat khusus atau top soil bank, untuk keperluan pada saat reklamasi nanti.

“Laporan dari petugas di lokasi, jam 19.28 WIB masih terjadi longsoran kecil‎, dan diketahui lokasi galian ini menurut pelaksana di lapangan akan dijadikan sawah, karena permintaan penduduk,” ujar Deddy.

Hingga saat ini, diketahui tidak ada aktivitas galian di quarry yang berada di atas dan berbatasan langsung dengan Sungai Rajadana serta pemukiman penduduk Blok Nagrak Desa Ciawiasih itu. (Riky Sonia)

BACA JUGA:   Didukung Masyarakat, Pemda Kota Cirebon Makin Siap Tangani Covid-19

Komentar

News Feed