oleh

Ratusan Siswa dan Santri Majalengka Demo Tolak Valentine Day

MAJALENGKA (CT) – Meski di bawah guyuran hujan lebat, ratusan siswa MA Persatuan Islam (Persis) dan santriwan dan santriwati mualimin Persis 92 Majalengka melakukan demo di Alun-alun Kabupaten Majalengka, mereka menolak Valentine Day atau Hari Kasih Sayang, Jumat (12/02) sore.

Aksi dilakukan dengan longmarch start dari Madrasah Aliyah Persis 92 Jl. Siti Armilah – Jl. Emen Slamet – Jl. KH. Abdul Halim dilanjutkan dengan memutari Alun-alun Kabupaten Majalengka sambil berorasi menolak Hari Valentine Day.

Mereka membawa spanduk yang bertuliskan “Valentine Day kebiadaban sosial merusak Aqidah membawa musibah. “Valentine Day is kafir a Culture” hanya lahirkan generasi sampah tolak Valentine Day dan menggunakan mobil komando 1 unit dan pengeras suara.

Aksi juga disertai dengan membagikan stiker yang bertuliskan Valentin’s Day Kafir Culture.

“Kami menolak Valentine Day karena merupakan budaya luar bukan budaya islam,” kata Korlap Robby dalam orasinya.

Menurutnya aksi tersebut sebagai salah satu cara membentengi pelajar dari pengaruh budaya barat yang mengatasnamakan hari kasih sayang. Hari valentine day dianggap perayaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan perlu disikapi tegas dengan cara mengkampanyekan penolakan di tengah masyarakat.

Menurutnya, hari kasih sayang yang diperingati setahun sekali bisa menjurus ke budaya bebas, seperti pacaran, dan free sex. “Pacaran dalam ajaran Islam kan nggak ada,” tegasnya.

Salah satu pemuda Persis Diana mengaku tidak ikut merayakan valentine day. Menurutnya arti hari kasih sayang yang menurutnya harus dilakukan setiap hari.

“Harusnya kasih sayang kan dilakukan setiap hari, bukan setahun sekali, dan Valentine Day ini bukan ajaran Islam dan kami menolak dengan tegas perayaannya dengan cara apa pun,” tukasnya. (Abduh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed