oleh

PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk Luncurkan Program SETARA

Cirebontrust.com – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk produsen semen “Tiga Roda” kembali menyelenggarakan program Sekolah Tukang Semen Tiga Roda (SETARA) angkatan ke-9 di Kota Cirebon. Program pelatihan ini, merupahkan lanjutan dari delapan program pelatihan sebelumnya yang telah dilaksanakan ditujuh Kota di Indonesia.

Sekolah Tukang Semen Tiga Roda (SETARA)  dilaksanakan selama tiga hari (29-31/08) di salah satu hotel di Cirebon. Pelatihan ini terselenggara atas kerjasama dengan Politeknik Negeri Bandung (Polban) sebanyak 120 perserta mengikuti pelatihan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh, Firmansyah Permadi Koordinator Penyelenggara menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA) masih terdapat 1,5 juta tenaga kerja konstruksi di Indonesia yang belum tersertifikasi. Hal ini cukup memprihatinkan, sebab sebagian besar tenaga konstruksi di ASEAN telah memiliki sertifikasi ketrampilan.

Berlatar belakang hal tersebut, Indocement meluncurkan Sekolah Tukang Semen Tiga Roda (SETARA) yang merupakan hasil kerjasama Indocement dan pihak lainnya. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Peluncurkannya Sekolah Tukang Semen Tiga Roda (SETARA)  diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan tenaga konstruksi di Indonesia agar setara dengan tenaga terampil negara lain yang bersertifikat, serta mampu bersaing di masa yang akan datang.

Sekolah Tukang Semen Tiga Roda (SETARA) hadir, untuk menciptakan tenaga kontruksi yang memiliki nilai lebih profesional dan berkualitas untuk tercapainya kepuasan pelanggan dan membangun kehidupan bermutu sesuai moto Indocement yaitu “Turut membangun kehidupan bermutu”.

Ditargetkan SETARA akan mencetak 10.000 tukang bangunan tersertifikasi sebelum 2020.

“Setelah mengikuti kegiatan tersebut para peserta diharapkan mendapatkan pengetahuan dalam bidang ketrampilan konstruksi, perundang-undangan jasa konstruksi, praktik kesehatran dan keselamatan kerja K3 dan manajemen konstruksi, perencanaan anggaran biaya dan pengajuan tender, kewirausahaan serta aplikasi produk terkini dalam dunia kontruksi,” jelas Firmansyah.

BACA JUGA:   Warga Tolak Proyek Galian Pasir di Luragung

Dikatakannya, pihaknya mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang peduli dengan persoalan. Bahkan pihaknya mendorong kerjasama agar bisa terus dilaksanakan.

“Pelatihan seperti ini, sudah dilakanakan di sejumlah daerah seperti Bandung, Malang, Semarang, Bogor dan Palangkaraya. Setelah pelatihan di Cirebon, akan digelar juga di kota-kota lainnya,” pungkasnya. (Kir Raharjo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed