oleh

PKL Minta Ruang Khusus di Hutan Kota

CIREBON (CT) – Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mengais rezeki di sekitar Hutan Kota Sumber, Kabupaten Cirebon, meminta kepada pemerintah daerah (pemda) setempat untuk menyediakan lahan khusus di area hutan kota yang saat ini dalam pengerjaan.

Pasalnya, keberadaan hutan kota diyakini oleh mereka akan menjadi tempat tujuan warga Sumber dan sekitarnya, saat sore dan malam hari, terutama di hari libur. Terlebih saat ini di Kabupaten Cirebon tidak ada tempat khusus para PKL dan sentra kerajinan yang bisa jadikan ikon warga Sumber khususnya umumnya Kabupaten Cirebon.

“Adanya hutan kota saya rasa sangat bagus bagi masyarakat sekitar. Tetapi dalam hutan kota itu seharusnya ada ruang bagi PKL yang, sehingga masyarakat yang berkunjung kelokasi itu tidak usah repot-repot cari makanan dan oleh-oleh,” ujar Salman, kata tokoh pemuda setempat, Kamis (27/11).

Saat ini saja, kata Salman, setiap sore hingga malam hari di Hutan Kota Sumber mulai ramai para pedagang, mulai dari penjual mainan, makanan, minuman hingga adanya kuda yang sengaja mencari berkah di hutan kota. Melihat kondisi itulah, seharusnya Pemda Kabupaten Cirebon tanggap dan segera membangun ruang khusus untuk para pedangang.

“Dipinggir hutan kota bagian belakang dan samping kanan, saya rasa cocok untuk tempat PKL dan saya yakin PKL akan mau menempati dan membayar restribusi serta menjaga kebersihan maupun kemanan di hutan kota,” kata dia yang juga mengaku ikut berjualan di lokasi tersebut.

Untuk saat ini PKL yang sudah berjualan di hutan kota ada sekitar 30 pedagang, dan mereka semua warga Kabupaten Cirebon. Mereka biasanya mulai berjualan sejak pukul 15.00 WIB – 17.00 WIB dengan menempati hutan kota dengan membangun tenda-tenda darurat.

BACA JUGA:   Walikota Bahas Kemungkinan Pembatasan Salat Jumat

“Saya kamarin ikut rapat dengan satpol pp dan saya kurang sependapat kalau hutan kota dan taman kota bebas dari PKL, justru dengan adanya PKL dua lokasi itu menjadi ramai. Walau pun pemerintah berencana menyediakan tempat buat PKL, tapi rencana itu tidak jelas kapan dibangunnya,” ujarnya.

Dia berharap bila pemerintah benar-benar menyedikan tempat buat PKL, pemerintah pun harus melihat tingkat keramiannya. Jangan sampai, sambung dia, setelah dibangun tempat tersebut tidak ada pembeli dan ditinggal PKL. (CT.115)

Komentar

News Feed