oleh

Penyebaran Penyakit Difteri Mengkhawatirkan, 11 Orang Terinfeksi

CIREBON (CT) – Dilaporkan penyebaran serangan penyakit akibat penyakit Difteri semakin mengkhawatirkan, saat ini tercatat penderita akibat penyakit Difteri bertambah tiga orang yakni, Khaeriyah (65 tahun), Muslih (60 tahun) dan Fina (7 tahun). Ketiganya warga Blok Sijatan, Desa Luwung, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, kini dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati, Kota Cirebon.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Cirebon, Mohammad Sofyan ketiga orang penderita masih satu keluarga dengan warga yang berada di Desa Sampih, Kecamatan Susukanlebak.

“Pada waktu itu, Khaeriyah pulang ke rumahnya di desa Luwung, usai menengok anaknya Satori warga Sampih yang merupakan penderita Difteri. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata Khaeriyah dan keluarganya Muslih dan Fina positif terkena difteri. Jadi yang terserang Difteri jumlahnya 11 orang. 8 orang dari Desa Sampih dan meninggal 3 orang, kemudian 3 orang warga Desa Luwung,” paparnya disela penyuluhan dan pemberian vaksin Difteri di Blok Sijatan, Desa Luwung, Kecamatan Mundu, Jumat (05/02).

Lebih lanjut, Sopyan menjelaskan secara kasat mata tak terlihat ada tanda-tanda terkena penyakit Difteri. Tapi setelah dilakukan uji lab, ternyata positif Difteri.

“Kami langsung memberikan penyuluhan dan vaksin pada masyarakat sekitar, baik di Blok Pamijen, Desa Sampih, Kecamatan Susukanlebak dan Blok Sijatan, Desa Luwung, Kecamatan Mundu,” jelasnya.

Ketika ditanya sampai kapan status Kejadian Luar Biasa Difteri berakhir, pria berkacatama ini menjawab hingga waktu tak terbatas atau sampai dipastikan Difteri hilang dari dua daerah tersebut.

“Saya instruksikan ke Kepala Puskesnmas dua daerah tersebut agar siaga satu. KLB sampai waktu tak terbatas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Cirebon, Neneng Khasanah mengungkapkan, penularan Difteri dapat terjadi melalui kontak langsung maupun berdialog dengan penderita. Akan tetapi, tergantung dari kondisi badan. Bila daya tahan tubuh kuat, tidak akan tertular, begitu pun sebaliknya.

BACA JUGA:   Warga Tolak Proyek Galian Pasir di Luragung

“Ciri penderita Difteri, di antaranya suhu panas mencapai 37-38 derajat celcius, sakit ketika menelan makanan, kemudian pembesaran pada leher dan bila sudah parah, ada membran di sekitar mulut berwarna abu-abu yang dapat mengeluarkan racun. Sehingga akan mengkontaminasi makanan yang terbawa dan masuk ke perut. Sehingga, membuat organ tubuh lain, seperti hati, dan apabila tidak segera ditangani, bisa mengakibatkan kematian,” ungkapnya. (Riky Sonia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed