oleh

Pemprov Jabar Berupaya Perbaiki Tata Kelola TKI

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Pemprov Jawa Barat berupaya dalam memperbaiki layanan tata kelola TKI melalui pembentukan Program Sentra Layanan Pelatihan dan Pemberdayaan TKI Terintegrasi.

Untuk memperkuat konsolidasi dan komitmen tersebut, Pemprov Jabar dan KPK menggelar rapat koordinasi dihadiri Pimpinan KPK Laode M Syarief.

Dalam kegiatan ini, KPK juga bersinergi dengan para pemangku kepentingan lainnya yakni Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Hukum dan HAM, BNP2TKI, Bank Indonesia, OJK, Kepolisian, BPJS Ketenagakerjaan dan sembilan pemerintah kabupaten yang menjadi penyumbang terbesar pengiriman TKI di wilayah Jawa Barat, yakni Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Subang, Purwakarta, Majalengka, Indramayu, Cirebon.

KPK juga mendorong wilayah Jawa Barat sebagai pilot project program ini karena melihat besarnya jumlah pengiriman TKI dari wilayah ini, lebih dari 63 ribu orang pada 2015 dan lebih dari 105 ribu orang pada 2014. Selain Jawa Barat, masih ada empat wilayah percontohan lainnya pada program ini, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Menurut Laode M Syarif, kegiatan ini diselenggaran untuk mengatasi banyaknya praktik penguapan, pemerasan dan gratifikasi pada layanan TKI. Kondisi ini, kontras dengan besarnya kontribusi para TKI yang kerap disebut sebagai “Pahlawan Devisa” terhadap perekonomian negara dalam dalam bentuk remitasi yang mencapai Rp130 triliun (data 2015).

Subtansi yang ingin dicapai dari program tersebut adalah penyedia layanan dokumen calon TKI dalam satu lokasi, layanan informasi, dan edukasi TKI, perlindungan secara daring, fasilitas pemberdayaan, dan penyaluran kerja TKI purna dan fasilitas pemberdayaan untuk kemandirian keluarga TKI. (Net/CT)

BACA JUGA:   Pasal yang Menjerat Anak Bupati Majalengka Bisa Berubah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed