oleh

TKW Asal Kota Cirebon Dianiaya Majikan di Malaysia, Begini Reaksi Orangtuanya

Citrust.id – Tenaga Kerja Wanita (TKW), Mei Haryanti (26) menjadi korban penganiayan di Malaysia. Perempuan asal Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon tersebut baru menjadi TKI selama 13 bulan.

Penganiayaan terhadap perempuan yang sudah memiliki dua anak tersebut terungkap setelah Kepolisian Malaysia (PDRM) melakukan operasi penggrebekan terhadap salah satu rumah di Jalan J Taman Batu 52000 Kuala Lumpur. Untuk mengungkap kasus ini, KBRI di Malaysia melakukan  penyelidikan bersama tim kepolisian.

Ayah kandung Mei Haryanti, Syafii mengaku kaget dan tidak menyangka saat diberitahu kondisi anaknya. Sehingga ia berharap pemerintah Indonesia membantu anaknya.

“Saya ingin anak saya bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga. Jadi saya minta bantuan pemerintah agar anak saya bisa pulang dengan selamat,” katanya, Jumat (27/11) pagi.

Syafii mengaku, sebelum berangkat anaknya sempat menyampaikan keinginannya untuk membantu perekonomian keluarganya dengan bekerja di luar negeri.

“Anak saya kan niatnya bekerja, membantu suami dan ingin punya rumah sendiri. Kalau kenyataannya disiksa saya jadi sedih,” jelasnya.

Syafii juga mengaku, selama kerja di Malaysia, tidak pernah berkomunikasi, kecuali dengan suaminya yang setiap bulan. Meski demikian, komunikasi berlangsung singkat, karena dibatasi oleh majikan.

“Komunikasinya sama suaminya. Itu pun juga katanya dibatasi dan tidak bisa lama. Katanya tidak boleh pegang handphone,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 06 Suradinaya Utara, Rudi Santoso mengatakan, Mei mengurus keberangkatan di RW tempat ayahnya tinggal. “Memang tidak tinggal di sini, tapi mengurus berkasnya di sini,” kata dia.

Saat ini, kondisi Mei Haryanti masih dirawat di Rumah Sakit Kuala Lumpur karena kondisinya yang cukup memprihatinkan. (Aming)

BACA JUGA:   Proses Rencana Hibah Lahan untuk YPSGJ Masih di Pansus DPRD

Komentar

News Feed