oleh

Pasca Bentrokan Saat Unjukrasa PLTU 1 Berujung Saling Tuntut

CIREBON (CT) – Pasca terjadinya kericuhan antara pengunjuk rasa dengan pihak kepolisian, saat aksi demonstrasi yang dilakukan di depan gerbang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1, Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, berujung saling menyalahkan, bahkan pihak pengunjuk rasa berencana akan memperkarakan tindakan represif yang dilakukan pihak polisi ke meja hijau.

Pasalnya, akibat tindakan represif yang dilakukan pihak kepolisian tersebut, dua pengunjuk rasa diketahui mengalami luka, akibat dipukuli oleh pihak kepolisian, hingga dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Kami akan laporkan tindakan represif yang dilakukan polisi kepada kami,” tegas Habib Rohman, Koordinator Aksi.

Sementara, pihak kepolisian mengaku siap menghadapi tuntutan dari para pengunjuk rasa, bahkan akan melaporkan balik, karena sudah melecehkan institusi negara dengan kata-kata kasar.

“Kita akan hadapi, kalau mereka mempersoalkan, kami pun akan mempersoalkan juga. ‎Tidak ada pemukulan, hanya dorongan saja,” ujar Kapolsek Astanajapura, Subagyo. (Riky Sonia)

BACA JUGA:   Sekda Minta NU Perkuat Sinergi dengan Pemkab Kuningan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed