oleh

Pada April Harga Minyak Mentah Indonesia Naik 8,8 Persen

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Tim harga minyak Indonesia menyatakan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sepanjang bulan April 2016 tercatat sebesar US$37,20 per barrel, melonjak US$3,01 per barel atau 8,8 persen dari angka US$34,19 per barel di Maret.

Sementara itu, harga minyak Minas mencapai US$37,25 per barrel atau naik sebesar US$ 3,43 per barrel dari bulan sebelumnya seharga US$33,82 per barel.

Dari laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga yang meningkat ini disebabkan oleh perkembangan harga minyak internasional yang juga ikut melonjak.

Beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan itu adalah Publikasi bulanan International Energy Agency (IEA) bulan April 2016 yang mengatakan bahwa permintaan minyak dunia pada kuartal pertama 2016 direvisi naik 0,16 juta barrel per hari dibandingkan publikasi Maret 2016 sebesar 94,82 juta barel per hari.

Di samping itu, publikasi Energy Information and Administration (EIA) mencatat adanya kenaikan pada permintaan gasoline di Amerika Serikat dengan rata-rata tingkat permintaan gasoline yang naik 71 ribu barrel per hari apabila dibandingkan bulan sebelumnya.

Selain dari sisi permintaan, kenaikan harga ini juga disebabkan dari sisi penawaran. Dari data IEA, diketahui bahwa suplai minyak mentah dunia pada bulan April mengalami penurunan hingga 0,26 juta barel per hari menjadi 96,09 juta barel per hari apabila dibandingkan bulan Februari 2016.

Di samping itu, IEA juga mencatat rata – rata tingkat produksi minyak mentah Amerika Serikat pada bulan April sebesar 8,94 juta barrel per hari, atau turun 84 ribu barel per hari jika dibandingkan rata- rata tingkat produksi Amerika Serikat pada bulan sebelumnya.

Faktor lain yang mendukung penurunan harga minyak internasional, termasuk Indonesia, adalah turunnya pengeboran (rig) minyak pada bulan Maret yang turun sebesar 156 rig apabila dibandingkan Februari 2016, berdasarkan data Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). (Net/CT)

Komentar

News Feed