oleh

Mau Tahu Generasi Asli Pewaris Nasi Jamblang? di Sini Tempatnya

CIREBON (CT) – Pada abad ke-18, seorang mualaf Tan Piaw Lun alias Mbah Wulung, membuat hidangan makanan yang dibungkus daun jati dengan lauk sederhana yang kini dikenal dengan sebutan nasi jamblang.

Mbah Wulung meneruskan resep dan cara pembuatan nasi jamblang secara turun temurun. Kini generasi Mbah Wulung sudah menginjak generasi kelima, yakni Hj Tien Rustini.

Dirinya bersama sang suami, H Kusdiman, meneruskan usaha nasi jamblang dengan membuka Nasi Jamblang Tulen, di Jalan Raya Jamblang, seberang Pasar Jamblang, Kabupaten Cirebon.

Dijelaskan H Kusdiman, dengan slogan ‘Mengembalikan Cita Rasa Tempo Dulu’, Nasi Jamblang Tulen ingin mempertahankan cita rasa asli nasi jamblang yang diwariskan sang pelopor, Mbah Wulung, secara turun temurun. Tidak heran, dirinya membuat nasi jamblang mengacu pada resep karuhun atau tempo dulu.

Selain itu, kata H Kusdiman, khusus untuk menu-menu utama, seperti sambal goreng, kebuk atau paru, dan dendeng atau daging, dimasak tidak menggunakan rice cooker maupun kompor gas.

Tetapi dengan kayu bakar. Menanak nasi pun dilakukan dengan cara tradisional dan menggunakan alat tanak zaman dulu, seperti dandang, kukusan dan kekeb.

“Kompor gas hanya digunakan untuk memasak menu-menu pendukung, seperti perkedel, telur dan kentang,” katanya, Selasa (12/07).

Dirinya pernah mencoba memasak menu utama nasi jamblang dengan rice cooker seharga jutaan rupiah. Dengan memanfaatkan rice cooker tersebut, diakuinya memasak jadi lebih cepat, praktis dan hemat.

Namun, selama tiga hari saja pesanan pelanggan berkurang drastis. Ternyata memasak menggunakan rice cooker membuat rasa menu nasi jamblang berubah tidak seperti biasanya.

“Akhirnya kami kembali menggunakan kayu bakar hingga kini demi menjaga cita rasa nasi jamblang sesungguhnya yang diturunkan moyang kami,” ujarnya. (Haris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed