oleh

Konser Kebhinekaan Suluh Nusantara, Ikhtiar Merawat Keutuhan Umat Manusia

Citrust.id – Yayasan Santo Dominikus Cabang Cirebon bekerjasama dengan Majelis Seni dan Tradisi (MeSTi) Cirebon untuk menyelenggarakan kolaborasi kolosal yang bertajuk Konser Kebhinekaan Suluh Nusantara.

Kegiatan ini dimaksudkan, sebagai pencerahan terhadap negeri ini. Karena akan menampilkan berbagai seni dan tradisi. Pesan yang ingin disampaikan ke masyarakat ialah indahnya kebersamaan, kedamaian dan keutuhan umat manusia.

Kegiatan ini juga akan menggabungkan nilai akademis dalam memahami kebhinekaan, yang dijalankan dalam kehidupan berbangsa dan benegara. Kemudian, gagasan tersebut akan diaktualisasikan dengan konfigurasi musikal dengan tampilan kolosal. Memadukan seluruh olah bahasa, gerak, bunyi benda-benda, serta simbol sosial lainnya.

Kegiatan yang rencananya akan diselenggarakan pada 14 Desember 2019 tersebut, akan melibatkan pemain sebanyak 1865 orang. Hal tersebut masih dinilai satu langkah kecil untuk persembahan bagi negeri.

“Kita bukan siapa-siapa, tetapi jiwa kami terpanggil dengan situasi bangsa, sehingga mendorong kami untuk menghindari adanya perpecahan bangsa ini. Kami ingin menyatakan kepada dunia, bahwa Indonesia adalah bhineka tunggal ika,” kata Ketua Yayasan Santo Dominikus Cabang Cirebon, Sr M Albertine OP, Rabu (6/11).

Berdasarkan rencana, kegiatan Konser Kebhinekaan Suluh Nusantara ini akan digelar di kawasan Pelabuhan Cirebon. Lokasi tersebut dipilih menjadi tempat pertunjukan, lantaran menjadi lokasi awal perkembangan Cirebon, serta masuknya orang China, India, Arab, dan bangsa lainnya.

“Salah satu tradisi dan kesenian yang akan ditampilkan adalah macapat. Karena kesenian tersebut nyaris punah. Tetapi dalam kegiatan ini, kita sudah melatih lebih dari 200 pelajar hingga bisa membaca macapat,” jelas Dedi Kampleng Setiawan, selaku sutradara.

Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH mengapresiasi rencana even tersebut. Karena tidak sedikit orang yang membicarakan tentang kebhinekaan tetapi hanya pada tataran retorika. ‚ÄúTetapi Yayasan Santo Dominikus membuktikan, tidak banyak bicara, namun langsung melakukan,” kata Azis.

BACA JUGA:   PMII Unisa Perjuangkan Keadilan Gender

Azis juga berharap, konser kebhinekaan ini mampu memperkuat harmonisasi umat lintas agama. (Aming)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed