oleh

Kinerja Setda Kab. Kuningan Buruk, Masyarakat Nilai Mutasi sebagai Solusi

KUNINGAN (CT) – Pelaksanaan kerja tidak maksimal dalam melayani masyarakat, otomatis mengancam posisi jabatan sebelumnya. Hal itu seperti teramati dari beberapa sosok pejabat di lingkungan sekretariat daerah (setda) Kabupaten Kuningan. “Misalnya seperti di internal bagian humas, Posisi humas sampai saat ini tak pernah menjadi juru bicara tentang kebijakan Pemkab kepada masyarakat. Jadi sangat wajar, jika terjadi banyak percikan kericuhan muncul, ini seolah senggaja dibuat konflik manajemen oleh bagian humas,” jelas aktivis F-Tekad (Forum Tela’ah Kebijakan Aparatur Daerah), Soejarwo kepada wartawan, Kamis (21/01).

Kondisi internal bagian humas, kata dia, dalam beberapa waktu terakhir, sepertinya banyak permasalahan. Hal itu dapat diketahui melalui ketidakkompakan internal bagian humas sendiri. “Persis diketahui ketika pejabat bagian humas tak ada yang pernah ikut apel. Nah, sebetulnya itu bentuk ketidakpatuhan terhadap atasan. Terlebih dicontohkan keburukan langsung oleh pak kabag humasnya,” tandas pria yang akrab disapa Mang Ewo tadi.

Ewo yang juga sebagai Dewan penasehat PWI Kab. Kuningan, tentu sangat menyayangkan sikap humas di penyelenggara negara di daerah. “Terutama tidak ada aksi dalam menyebarluaskan informasi kepemerintah. Oleh karenanya, bentuk kerapuhan ini harus mendapat perombakan atau ada kegiatan mutasi,” kata Mang Ewo, seraya menambahkan, jika tidak ada pergantian posisi di internal humas. Hal ini akan menjadi bumerang bagi pucuk pimpinan dan kepala daerah. “Sebab, humas ini merupakan etalase dalam menyiarkan dan atau memberitahukan berbagai kegiatan pemerintah melalui komentar-komentarnya kepada sejumlah media,” ujarnya.

Menyinggung adanya fungsi pengawasan dan pembinaan, lanjut dia menegaskan, seharusnya lebih peka terhadap kemajuan dan perkembangan pemerintah yang masih dipercaya masyarakat. “Terlepas tidak maksimal kerja humas, untuk seluruh aparatur sipil negara (ASN). Jika enggan kerja atau tak mau dibina, ya mending mundurlah dari jabatan ASN. Sebab, saya yakin yang mau menggantikan, oknum PNS banyak,” terangnya.

BACA JUGA:   Bawaslu Sosialisasikan Pengawasan Pemilu dan Demokrasi bagi Pemilih Pemula

Merespon persoalan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, H. Yosef Setiawan kepada wartawan berjanji akan melakukan pembinaan terhadap oknum pejabat yang jelas indisipliner. “Iya nanti saya akan bina,” tegas sekda kepada wartawan. (Ipay)

Komentar

News Feed