oleh

Kepo Hutan, Peta Digital Pemantau Kebakaran dan Deforestasi di Indonesia

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Siapa pun orangnya, sebagai warga negara Indonesia yang hutannya semakin habis dibabad dan dibakar wajib memiliki kepedulian yang tinggi. Untuk itu, dalam upaya mendukung komitmen pemerintah melindungi dan memulihkan kawasan hutan yang semakin terancam dan rusak akibat kebakaran hutan dan lahan gambut, Greenpeace Indonesia meluncurkan platform peta daring bernama ‘Kepo Hutan’. Lewat peta digital ini, masyarakat dapat memantau kebakaran lahan dan deforestasi yang terjadi di Indonesia.

Peta ‘Kepo Hutan’ adalah sebuah peta yang memberi keleluasaan bagi masyarakat luas untuk melihat infomasi terperinci konsesi perusahaan dan bagaimana keterkaitannya terhadap lahan gambut, titik-titik api, dan peringatan deforestasi.

Peta daring ‘Kepo Hutan’ dilengkapi dengan lapisan-lapisan yang dapat diatur sendiri oleh pengguna. Setiap lapisan memiliki warna masing-masing, yang ketika diaktifkan akan nampak di peta. Lapisan tersebut adalah:

  1. Perkebunan Kelapa Sawit
  2. Konsesi Bubur Kertas dan Kayu (IUPHHK-HTI)
  3. Hak Perusahaan Hutan (IUPHHK-HA)
  4. Konsesi Batubara
  5. Habitat Orangutan
  6. Landskap Konservasi Harimau
  7. Tutupan Lahan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  8. Daerah Moratorium (IMM8)
  9. Peringatan GLAD
  10. Peringatan Pembukaan Lahan Bulanan
  11. Titik Kebakaran Aktif

Peta interaktif ini dirancang menggunakan teknologi open source dari Global Forest Watch, yang mana menyediakan kumpulan data komprehensif dari perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri dan pengusahaan kayu alam, serta izin pertambangan batubara. (Net/CT)

Komentar

News Feed