oleh

JKN-KIS Tanggung Biaya Persalinan Caesar Castiri

Citrust.id – Melahirkan buah hati jadi momen bahagia bagi sebagian besar orang tua. Berbagai persiapan dilakukan demi menyambut kehadiran sang buah hati agar proses persalinan berjalan lancar. Hal itu pula yang dirasakan Castiri (33) dan suaminya, Jaelani (39). Mereka merasa syukur karena proses persalinan anak kedua berjalan lancar melalui proses caesar.

“Alhamdulillah meskipun caesar, tetapi persalinannya lancar. Bayi Ibu juga sehat. Kami sangat bersyukur,” ucap Castiri, warga Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (31/5).

Castiri merupakan Peserta JKN-KIS segmen Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Ia terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS sejak 2018. Saat ini, suaminya bekerja sebagai buruh tani yang menggarap lahan milik tetangga. Sejak terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS, Castiri sering memanfaatkan kartu JKN-KIS yang dimilikinya itu.

Ia mengungkapkan, kartu JKN-KIS miliknya pernah digunakan untuk proses persalinan caesar anak pertama. Ia tidak dikenakan biaya sepeserpun untuk proses persalinan itu, padahal biaya persalinan caesar cukup besar. Hal itu dikarenakan Castiri memanfaatkan kartu JKN-KIS sesuai prosedur dan indikasi medis.

“Pada 2018, anak pertama Ibu juga melalui persalinan caesar. Tidak keluar biaya untuk persalinan anak pertama dan kedua Ibu. Semuanya ditanggung BPJS Kesehatan,” ungkap Castiri.

Diakuinya, kehadiran Program JKN-KIS sangat bermanfaat. Ia tak pernah membayangkan apabila tidak terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS. Castiri juga memuji pelayanan kesehatan yang diberikan rumah sakit. Dirinya tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan dari pihak rumah sakit dengan peserta lainnya.

“Pelayanan di rumah sakit sangat baik. Semoga pelayanannya terus baik seperti ini,” ujarnya.

Castiri pun mengajak seluruh masyarakat yang belum terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS untuk segera mendaftarkan diri. Ia juga mengajak masyarakat agar secara rutin membayar iuran tanggal 10 setiap bulannya. Sebab tidak tahu akan sakit dan tidak ada jaminan selalu mempunyai uang untuk berobat.

“Program ini sudah sangat bagus karena seluruh masyarakat sangat terbantu. Terus terang, saya tidak tahu kalau tidak ada JKN-KIS, pasti bingung mau bayar pakai apa,” katanya. (Haris)

 

Komentar

News Feed