oleh

IPW: Sepanjang 2014, 62 Tahanan Polisi Kabur dari Penjara, 8 Bunuh Diri, dan Satu Diperkosa

JAKARTA (CT) – Sebanyak 62 tahanan polisi kabur sepanjang tahun 2014. Tidak hanya itu delapan tahanan polisi juga tewas bunuh diri dan satu tahanan perempuan diperkosa. Hal tersebut menunjukan ketidakbecusan Polri dalam menjaga pelaku kejahatan yang tertangkap dan ditahan di sel tahanan kantor polisi.

Menurut Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S. Pane, 62 tahanan yang melarikan diri tersebut yakni, 42 orang tersangka narkoba. Lalu 12 tersangka curanmor, dan delapan tersangka kasus lainnya. Sebanyak 15 tahanan kabur dari lima polsek, 10 tahanan kabur dari dua polres, lima tahanan kabur dari sel Polda Kaltim, dan 32 kabur dari pusat rehabilitasi narkoba di Lido, Jawa Barat.

Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun ini tahanan yang melarikan diri mengalami peningkatan. Tercatat pada 2013 tahanan polisi yang kabur hanya 30 orang. Mereka kabur dari 14 kantor polisi. Sedangkan pada 2012 tahanan yang melarikan diri justru banyak. Jumlahnya mencapai 93 tahanan kabur dari 26 sel tahanan polisi.

Dengan banyaknya tahanan kabur tersebut maka bisa menimbulkan dua hal. Pertama, menjadi teror bagi masyarakat karena membuat ancaman baru bagi keamanan. Sebab tahanan yang lolos dari jeruji besi kemungkinan besar akan kembali mengulangi kejahantanya kembali. Sedangkan yang kedua ialah membuat ekonomi biaya tinggi bagi Polri lantaran untuk menangkapnya kembali butuh biaya yang tidak sedikit.

“Tahanan yang kabur, kebanyakan memotong jeruji besi dengan gergaji dan menjebol tembok penjara,” beber Neta kepada CT di Jakarta, Jumat (26/12).

Masih kata Neta, tahanan yang tewas terjadi di empat polsek, dua polres dan di dua polda. Sedangkan satu tahanan berusia 24 tahun diperkosa dua tahanan pria di Polsek Wajo, Sulawesi Barat. “Ini artinya polisi masih lemah dalam menjaga tahanan,” bebernya.

BACA JUGA:   Kenaikan Harga Jagung Tak Diimbangi Jumlah Produksi

Neta berharap, dengan masih adanya kejadian tahanan lolos dan tewas maka Polri harus segera membenahi sistem penjagaan tahanannya dan sekaligus membenahi sel tahanannya, terutama di polsek-polsek. Sebab dari tahun ke tahun tahanan yang kabur dari polsek terus meningkat. (CT-117)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed