oleh

Ini Tips Isi Liburan Bertemu dan Berinteraksi dengan Orangutan

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Berinteraksi langsung dengan binatang memang tidak bisa dianggap mudah atau sepele. Karena orangutan sendiri merupakan binatang yang berasal dari alam liar, sehingga memerlukan trik tertentu agar aman berinteraksi secara langsung.

Dokter hewan sekaligus Project Director Borneo Orangutan Survival (BOS) Samboja Lestari, Dr. Agus Irwanto memberikan tips-tipsnya bagi wisatawan yang ingin berinteraksi dengan orangutan, baik di kebun binatang, hingga di tempat konservasi. Namun, tips ini hanya berlaku bagi orangutan yang terbiasa melihat manusia bukan yang berada di alam liarnya atau hutan belantara.

1. Medical Checkup dan masker

Salah satu kemiripan manusia dengan orangutan ialah sistem imun atau antibody terhadap penyakit. Beberapa penyakit bawaan manusia dari lingkungan atau kehidupan manusia yang tidak sehat, tidak dapat diatasi, mengendap bahkan menimbulkan kematian. Diantaranya seperti TBC, hepatitis, herves, HIV Aids, dan yang lainnya.  Setelah itu, juga masih diwajibkan memakai masker saat bertemu orangutan.

2. Lemah lembut

Memegang orangutan layaknya seperti memegang anak-anak manusia, jika lembut maka mereka akan senang, tapi sebaliknya jika kasar akan berontak.

3. Jaga Barang-barang

Minimalisir membawa barang-barang ketika berinteraksi dengan orangutan. Taruh lah barang-barang yang tidak terlalu diperlukan, karena jika sudah direbut oleh orangutan akan sulit mengambilnya, atau berisiko rusak. Beberapa barang yang kerap direbut ialah seperti tas, topi, botol minum, handphone, hingga kamera.

4. Waspada dan pintar membaca kondisi mereka

Orangutan juga memiliki perasaan takut, marah, kesal, hingga sedih seperti manusia. Hanya yang membedakan mereka tidak bisa menyampaikannya kepada manusia, yang harus dilakukan wisatawan ialah membaca tanda-tandanya.

Agus mengatakan kepada KompasTravel, beberapa tandanya seperti bulu-bulu di tubuhnya berdiri yang menandakan ia merasa terganggu, bisa kesal, ataupun takut. Selain itu teriak-teriak dan “jahil” yang menunjukan ketertarikan, atau teriak sambil menyerang yang menunjukan ketidaksukaan. (Net/CT)

Komentar

News Feed