oleh

Ini Daftar Orang Penting yang Meninggal Karena Diracun

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Pembunuhan dengan cara meracuni seseorang ternyata ampuh untuk membuat korban langsung mati seketika. Cara seperti ini dinilai berbahaya karen dapat merusak langsung organ penting manusia. Kaus-kasus pembunuhan tersebut juga tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Negara-negara lain pun serupa. Di Indonesia, kabar tentang Wayan Mirna Salihin yang dibunuh menggunakan racun sianida masih santer di media. Lalu, siapa saja korban akibat menenggak racun berbahaya itu selain perempuan cantik tersebut?

  1. Grigori Rasputin, adalah seorang berkebangsaan Rusia yang merupakan pewaris Prince Alexsei, yang mempunyai banyak musuh. Dia punya banyak musuh yang menginginkannya mati. Dia diracun menggunakan sianida yang cukup kuat untuk membunuh tiga orang. Usai diracun, dia tak langsung meninggal, tapi kondisinya parah. Dalam keadaan sekarat, pembunuhnya menceburkannya ke sungai dan dia pun meninggal dalam keadaan tenggelam.
  2. Roman Tsepov,  merupakan pengusaha di Saint Petersburg, Rusia. Dia juga orang kepercayaan Vladimir Putin saat Putin masih menjadi penasihat hingga Deputi Walikota Saint Petersburg. Kendati memiliki kedekatan dengan petinggi Rusia, Tsepov ternyata terlibat dalam sejumlah kasus kriminal. Dia juga pernah ditahan karena menyimpan senjata api ilegal, serta terlibat kasus pemerasan dengan nilai sebesar 70.000 dolar AS. Pada September 2004, Tsepov ditemukan meninggal. Salah satu rekan bisnisnya diduga adalah biang dari kematian Tsepov tersebut. Dia meninggal karena diracun dengan material radioaktif yang hingga kini masih belum diketahui.
  3. Munir, dia adalah aktivis HAM Indonesia yang banyak menyoroti kekerasan oleh aparat keamanan. Munir meninggal ketika dalam penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam, 7 September 2004. Hasil Autopsi menemukan jejak-jejak senyawa arsenikum di makanan Munir. Jenazah aktivis HAM ini dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Kota Batu. Tersangka pembunuhan Munir adalah Pollycarpus Budihari Priyanto, seorang pilot maskapai penerbangan Garuda.
  4. Yuri Shchekochikhin, adalah jurnalis investigasi Rusia. Dia juga seorang penulis dan pengacara liberal di parlemen Duma, yang mengawasi kinerja eksekutif, legislatif dan yudikatif. Profesinya yang cukup luar biasa tersebut membuatnya dikeliling oleh banyak musuh. Pada bulan Juli 2003, dia meninggal secara mendadak beberapa hari sebelum dia berangkat ke Amerika Serikat untuk bertemu penyidik FBI. Temannya meyakini bahwa 90 persen Yuri diracuni dengan thallium oleh orang yang tidak suka dengannya.
  5. Georgi Markov, adalah seorang penulis dan pembangkang asal Bulgaria. Markov tewas usai dirinya diracun dengan menggunakan Ricin. Senyawa ini adalah sebuah racun yang berasal dari minyak tanaman Ricinus communis alias jarak kepyar. Senyawa ini dikenal sangat beracun karena bisa menghambat sintesa protein dan bisa menimbulkan luka dalam saluran pencernaan. Dia diracun oleh agen polisi dari Bulgaria yang menginginkan kematiannya.
  6. Alexander Litvinenko, adalah mantan petinggi di organisasi intelijen Rusia, KGB. Litvinenko memiliki profesi yang penting sebagai agen untuk memerangi kejahatan terorganisir. Pada November 2006, Litvinenko diracun dengan menggunakan thallium yang bersimbol kimia Ti. Talium memiliki ciri-ciri bisa larut dalam air, tidak berwarna, tidak berbau. Bahan kimia ini juga menjadi salah satu bahan dalam racun tikus.
  7. Theodore Romzha, merupakan seorang uskup gereja katolik Ruthenia. Pada era Perang Dunia II, dia harus menghadapi Tentara Merah Uni Soviet yang menguasai gereja yang menyuruh para pastur dan uskup ditahan dan di bawah kendali gereja Ortodoks Rusia. Karena dianggap terlalu mengganggu, dia kemudian disuntik dengan racun curare dari tanaman liana oleh musuhnya pada saat itu.
  8. Stepan Bandera, merupakan politisi Ukraina. Dia juga adalah pemimpin gerakan nasionalis di Ukraina. Pada tanggal 15 Oktober 1959, Bandera mendadak sakit di Munich, Jerman, dan meninggal sesaat kemudian. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, ternyata penyebab kematian Bandera adalah gas sianida. (Net/CT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed