oleh

Gunakan JKN-KIS Sesuai Prosedur, Persalinan Solekah Dijamin BPJS Kesehatan

Citrust.id  – Bagi setiap perempuan, kehamilan merupakan suatu anugerah. Hal itu dirasakan betul oleh Solekah (26), warga Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Saat ini, ia masih dalam kondisi perawatan di ruang bersalin Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu, setelah menjalani proses kelahiran buah hati pertamanya.

Sebagai Peserta JKN-KIS segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), Solekah bersyukur karena persalinan anaknya tersebut berjalan lancar. Diakuinya olehnya, ia dan keluarga sempat merasa khawatir akan biaya yang mungkin timbul akibat proses persalinannya. Apalagi, setelah ia mengetahui jika dokter saat itu menyarankan untuk melakukan persalinan cesar. Sebab, yang ia dan keluarganya ketahui, biaya yang diperlukan untuk persalinan cesar tidaklah sedikit.

“Alhamdulillah, sekarang sudah lega, kalau melahirkan pasti biayanya tidak murah. Apalagi kalau harus cesar. Bersyukur, Ibu sekeluarga ada JKN-KIS,” ucap Solekah, Selasa (30/6).

Selama proses melahirkan anaknya, Solekah dan keluarga tak dimintai biaya persalinan dan perawatan. Seluruh biaya persalinan serta perawatan anaknya tersebut ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Hal tersebut dikarenakan Solekah menggunakan Kartu JKN-KIS sesuai dengan prosedur.

Selama memperoleh pelayanan kesehatan di rumah sakit, ia tak merasakan sedikitpun perbedaan perlakuan yang diterimanya dari petugas rumah sakit. Bahkan menurutnya, pelayanan yang diperoleh dari dokter dan perawat di rumah sakit sudah sangat bagus dan ramah tanpa melihat latar belakang pasien.

Sejak masih mengandung anaknya, ia sering memanfaatkan Kartu JKN-KIS yang ia miliki ke puskesmas tempatnya terdaftar untuk mengecek kondisi kehamilannya. Solekah menyampaikan pesannya kepada semua pihak agar dapat terus menjaga kesinambungan Program JKN-KIS dengan cara membayar iuran tepat waktu setiap bulannya. Menurutnya, program JKN-KIS sangat bermanfaat dan sangat membantu bagi seluruh masyarakat, terutama masyarakat yang kurang mampu.

BACA JUGA:   UMKM di Majalengka Terkendala Pemasaran

“Program ini sudah sangat membantu. Terus terang, kalau tidak ada JKN-KIS, orang-orang seperti kami ini bisa apa. Jangankan untuk berobat di rumah sakit, untuk hidup sehari-hari saja kami pas-pasan,” pungkasnya. (Haris)

Komentar

News Feed