oleh

Geber Tingkatkan Pariwisata, Pemkot Cirebon Tata Belasan Titik

Citrust.id – Menjelang tutup tahun 2019, Pemerintah Kota Cirebon sudah memiliki target untuk pembenahan pariwisata pada tahun 2020 mendatang. Bahkan, berdasarkan rencana, ada 17 titik yang menjadi fokus meningkatkan daya tarik wisata.

Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menjelaskan, sudah melakukan pematangan target dan capaian bersama seluruh SKPD. Salahsatunya dengan menentukan 4 rumpun SKPD agar lebih tertata dan terencana.

“Rumpun pertama penguatan pariwisata. Kedua infrastruktur, ketiga pemerintahan yang meliputi camat dan lurah, dan keempat rumpun sosial kemasyarakatan, yang meliputi kesehatan dan sebagainya,” kata Azis saat dikonfirmasi, Senin (9/12), di ruang kerjanya di Balaikota Cirebon.

Azis mengaku sudah memerintahkan kepada Dinas Kepemudaan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) untuk membuat kegiatan atau even wisata, agar wisatawan bisa menginap di Kota Cirebon. Baik wisata religi maupun kuliner.

Terkait 17 titik yang akan dibangun, lanjut Azis, koordinasi akan dibagi oleh SKPD yang menangani. Untuk taman tematik ditangani DPRKP, DLH menangani jalan agar terus bersih. Sedangkan Dishub mengatur lalu lintas dan Satpol PP menjaga ketertiban.

“Ciri khas trotoar akan dibentuk agar bebas dari PKL, serta parkir kendaraan. Karena akan dibuat ornamen dan kursi di trotoar, itu salah satu memfungsikan trotoar,” katanya.

Di antara 17 titik yang akan dibenahi itu adalah kawasan kota pusaka di sekitaran BAT. PKL akan diarahkan dan diberi ruang. Selain itu, pembenahan lapangan kebumen, trotoar sekitar BAT akan dipercantik, serta ada beberapa replika, seperti pedati gede, patung Kapten Samadikun dan monumen replika uang yang akan dibangun oleh Bank Indonesia.

“PKL sempat dipindahkan ke BAT, namun karena tidak marketable, jadi tidak maksimal. Namun, kita buat taman dan perencanaan agar warga banyak yang datang,” jelasnya.

BACA JUGA:   Jelang Imlek, Warga Tionghoa Lakukan Sejumlah Ritual

Rencananya, semua pembenahan selesai hingga akhir 2020. Sedangkan pelaksanaannya, diminta dimulai pada triwulan pertama. (Aming)

Komentar

News Feed