oleh

Gaungkan Protes Masyarakat, Greenpeace dan Walhi Akan Riset Dampak Lingkungan PLTU Cirebon

CIREBON (CT) – Banyaknya keluhan dan protes masyarakat Cirebon terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), rupanya mendapatkan perhatian serius bagi organisasi lingkungan internasional, seperti Greenpeace dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi).

Mereka kemudian berkomitmen akan melakukan riset tentang dampak negatif yang ditimbulkan oleh PLTU terhadap lingkungan di Cirebon.

Longgena Ginting, Kepala Greenpeace Indonesia mengatakan, pihaknya mengaku akan melakukan pemetaan udara untuk mensimulasikan sebaran udara yang tercemar oleh PLTU Cirebon.

“Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, pihaknya membuktikan, pencemaran udara dari batubara lebih parah daripada polusi kendaraan. Batubara menghasilkan PM 2,5, partikel itu sangat kecil sekali, hingga paru-paru pun tidak bisa menyaringnya, hal itulah yang sangat mematikan..” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Direktur Walhi Nasional, Yayah Nur Hidayati, ‎pihaknya akan fokus memperkuat gerakan rakyat, untuk mendesak pemerintah melakukan perubahan kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat. Selain itu, perlu ada penyadaran tentang hak-hak rakyat sebagai warga negara, yang salahsatunya hak untuk menghirup udara bersih dan sehat yang tidak didapatkan akibat PLTU batubara.

“Kita akan bikin penelitian untuk melihat dampak-dampak yang dirasakan oleh masyarakat, paling lambat Agustus kita akan mulai. Nanti kita kumpulkan hasilnya‎ untuk dianalisa dan kita akan gugat,” pungkasnya. (Riky Sonia)

BACA JUGA:   Pemkab Majalengka Dorong Pembangunan di Sektor Pertanian

Komentar

News Feed