oleh

Faktor Cuaca Hambat Pendinginan TPA Kopiluhur Usai Terbakar

Citrust.id – Asap tebal dampak kebakaran lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon masih berlanjut.

Meski api mulai padam, namun tumpukan sampah yang terbakar mencapai setinggi 15 meter. Sehingga asap pekat masih membumbung tinggi. Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Damkar Kota Cirebon, serta bantuan tim lain dari IPC atau PT Pelindo II Cirebon, kepolisian, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, BPBD Kota Cirebon serta unsur lainnya masih berjibaku untuk melakukan pendinginan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, RM Abdullah Syukur menjelaskan, di hari kedua ini asap mulai berkurang. Namun sampah yang terbakar tidak hanya di permukaan, melainkan hingga kedalaman lebih dari dua meter.

“Kita dengan petugas yang turun masih berusaha agar asap semakin berkurang. Tapi kondisi cuaca panas dan angin yang tidak stabil memengaruhi proses pendinginan,” katanya.

Awal mula kebakaran lahan sampah, lanjut Syukur, masih dalam penyelidikan. Namun ada titik terang berdasarkan informasi dari sejumlah warga, bahwa api bermula dari sampah di bagian pinggir TPA.

“Di lahan samping TPA ada pepohonan yang kering. Dipredikisi ada ranting kering yang terbakar, kemudian terhembus angin hingga ke tumpukan sampah, karena warga juga megetahuinya sudah mulai membesar,” jelasnya.

Syukur juga menyampaikan, pola pemadaman api dilakukan dengan mengurai sampah menggunakan alat berat. Kemudian petugas pemadam kebakaran melakukan penyemprotan di titik api atau asap yang masih mengepul.

“Penyemprotan titik api atau panas, tidak hanya dengan air biasa. Tapi ada campuran, baik liquid hingga sabun. Karena kalau hanya air biasa akan lebih lama,” kata Syukur.

Syukur menyebutkan, dari lahan TPA seluas sekitar 10 hektar, yang terbakar mencapai sekitar 3 hektar. Hal ini memberikan dampak kepada pemukiman sekitar, sehingga DLH akan membagikan masker kepada warga. “Dari sekitar 10 hektar luas lahan sampah, 3 hektarnya terbakar,” katanya. (Aming)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed