oleh

Dinkes Akui Kendala Program Imunisasi Campak dan Rubella

Cirebontrust.com – Pencanangan kampanye Imunisasi Measles (campak) dan Rubella (MR) di Kabupaten Cirebon masih menemui hambatan. Kampanye yang menyasar warga mulai dari usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun ini tidak berjalan mulus. Sebab sasaran pada usia anak sekolah masih ada beberapa sekolah yang menolak untuk siswanya diberikan imunisasi campak dan rubella.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni mengatakan ada beberapa sekolah yang awalnya menolak untuk imunisasi campak dan rubella. Namun setelah dilakukan berbagai pendekatan beberapa sekolah tersebut akhirnya menerima untuk dilakukan imunisasi.

“Ada beberapa sekolah yang menolak, kebanyakan SD. Kita lakukan pendekatan kepada sekolah tersebut didampingi Kemenag Kabupaten Cirebon serta Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon,” kata Eni saat Pencanangan Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella di SMPN Dukupuntang, Sabtu (12/08).

Dari total sasaran hampir 600 ribu yang akan diberikan imunisasi campak dan rubella, di Kabupaten Cirebon sudah mencapai 36 persen. Eni menambahkan pihaknya akan terus melakukan dan mengkampanyekan bahaya campak dan rubella. “Sampai September nanti kita akan terus sosialisasi,” katanya.

Menindaklanjuti adanya beberapa sekolah yang masih menolak untuk imunisasi campak dan rubella, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon H. Asdullah Anwar akan turun langsung ke sekolah yang menolak imunisasi tersebut. “Nanti saya turun langsung ke sekolahnya,” katanya.

Sementara itu Bupati H. Sunjaya Purwadisastra mengharapkan agar para orangtua siswa untuk membolehkan anaknya diimunisasi. Sebab menurutnya imunisasi campak dan rubella sangat penting untuk menekan resiko kematian pada anak dan balita. “Dengan imunisasi ini dapat meningkatkan kekebalan terhadap campak dan rubella, untuk itu ini sangat penting,” kata Sunjaya.

Dampak lain dari campak dan rubella antara lain apabila menyerang wanita hamil, dapat menyebabkan kematian, kelainan pada mata, dan pendengaran bagi calon bayi. “Kalau ada yang menolak kita terus sosialisasi bahaya campak dan rubella,” imbuhnya. (Iskandar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed