oleh

Dampak Perubahan Iklim, Salju Kutub Berwarna Merah Muda

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Beberapa orang menyebutnya salju merah muda, ada yang menyebutnya salju semangka. Berita buruknya, sebuah penelitian terbaru menyebut sebagai tanda lain dari pencairan drastis es di Kutub Utara.

Para penjelajah Arktik telah mengamati selama berabad-abad, salju merah muda ini sebagai hasil dari mekarnya ganggang merah di air beku. Satu penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, menemukan bahwa ganggang menyebabkan es mencair lebih cepat, dan ganggang cenderung tumbuh lebih cepat karena perubahan iklim.

Kehadiran ganggang merah, menurut studi ini, menurunkan albedo pada salju, albedo merupakan kemampuan untuk mencerminkan cahaya, bukan menyerapnya sebagai pana, mirip dengan bagaimana T-shirt putih membuat Anda lebih dingin di bawah sinar matahari dibanding yang berwarna hitam atau berwarna-warni.

Selama periode 100 hari selama musim pencairan, studi ini menemukan bahwa salju terpengaruh oleh alga merah yang memiliki albedo 13 persen lebih rendah dari salju putih. Ini bukanlah proses instan. Para penulis penelitian mengatakan, ini merupakan contoh dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Hal tersebut disebabkan lelehan gletser yang tidak proporsional akibat dari kenaikan suhu global, sehingga secara efektif menutupi ganggang merah. Ganggang membutuhkan zat cair untuk mekar.

Oleh karena itu, mencairnya salju dan permukaan es mengontrol jumlah ganggang. Semakin mencair, semakin banyak ganggang. Dengan suhu meningkat secara global, fenomena salju ganggang kemungkinan juga akan meningkat yang menyebabkan efek bio-albedo lebih tinggi. (Net/CT)

BACA JUGA:   Dukung Program Citarum Harum, UGJ Tanam Dua Ribu Pohon Kelor

Komentar

News Feed