oleh

Dalam Reses Ketua Komisi II, Warga Keluhkan Air PAM Mampat dan Isu Naik Tarif

Citrust.id – Warga RW 8 Karanganyar Kelurahan Pegambiran Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, mengeluhkan berkurangnya aliran air Perumda Air Minum Tirta Giri Nata.

Hal tersebut terungkap saat kegiatan reses Anggota DPRD Kota Cirebon, Ir H Watid Sahriar MBA pada Jumat (22/11) sore.

Salah seorang warga, Miah mengatakan, air PAM yang mengalir ke rumahnya setiap hari dalam volume yang rendah. Padahal air jadi kebutuhan utama. “Banyak kontrakan di sini yang airnya mampat. Ditambah ada isu kenaikan tarif. Hal ini menambah beban warga yang ngontrak,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan itu, Watid mengatakan, persoalan air PAM tidak hanya dikeluhkan warga Karanganom. Karena sebagian dari warga Kecamatan Kejaksan dan Lemahwungkuk juga mengeluhkan hal yang sama.

“Kita sudah banyak diskusi dengan PAM Tirta Giri Nata, rencananya akan ada ribuan sambungan pipa baru di dua kecamatan tersebut. Selain itu, PAM Tirta Giri Nata juga sedang membangun reservoir di wilayah Plangon Kabupaten Cirebon. Hal itu untuk meningkatkan debit air,” jelasnya.

Selain persoalan air bersih, pria yang juga ketua Komisi II DPRD itu mengaku banyak menerima keluhan lain dari konstituennya. Diantaranya, persoalan ancaman banjir jika musim hujan.

“Belum lagi persolan pendidikan, BPJS Kesehatan dan hal lainnya. Kita tampung dulu, kemudian akan dibahas di DPRD,” katanya. (Aming)

BACA JUGA:   Berdampak Positif untuk Kemajuan Kota Cirebon, DPRD Segera Kaji Permohonan Hibah untuk YPSGJ

Komentar

News Feed