oleh

Cara Atasi Gangguan Suara Berdering di Telinga

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Keluhan mendengar suara berdering atau berdengung terus menerus di telinga atau kepala merupakan kondisi yang disebut tinitus. Sensasi suara deringan, siulan, dengungan, atau bunyi-bunyi lain tanpa ada sumber bunyi tersebut bisa terdengar terus menerus, hilang timbul, dan intensitasnya bervariasi. Para ilmuwan belum memahami mekanisme penyebab timbulnya suara-suara tersebut.

Hasil penelitian mengungkap, bahwa kemungkinan seseorang mengalami tinitus lebih tinggi pada mereka yang sering terpapar lingkungan bising, baik di tempat kerja atau di waktu luangnya, misalnya menonton konser atau naik motor yang knalpotnya berisik.

Tinitus bukan cuma menyebalkan, tapi juga bisa menurunkan kualitas hidup seseorang karena bisa mengganggu proses berpikir, tidur, konsentrasi, dan juga emosi.

Salah satu cara untuk mengurangi gangguan tinitus saat tidur antara lain memainkan musik dengan nada alami yang lembut, misalnya suara ombak atau burung, atau menghidupkan kipas angin. Cara tersebut bisa membuat suara dering di telinga tak terlalu terdengar sehingga kita dapat rileks dan tertidur.

Berdasarkan panduan American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery Foundation, ada dua terapi yang diberikan dokter pada pasien tinitus. Pertama, menggunakan alat bantu dengar secara rutin karena mayoritas orang dengan tinitus kronik memiliki gangguan pendengaran pada derajat tertentu.

Terapi kedua adalah melakukan terapi perilaku kognitif, psikoterapi untuk membantu pasien mengubah emosi negatif menjadi lebih positif dan membangun. (Net/CT)

BACA JUGA:   LTSA Permudah Calon Pekerja Migran Urus Berkas

Komentar

News Feed