oleh

Butuh Bantuan, Bola Mata Balita Ini Diserang Tumor Ganas

CIREBON (CT) – Kondisi menyedihkan dialami, Alvarokhan Sugema bocah yang masih berusia tiga tahun itu, harus terus menahan sakit. Mata kirinya diserang tumor ganas yang ukurannya semakin membesar, hingga saai ini benjolan kangker tersebut memiliki panjang sekitar 2 sentimeter, sudah merusak bagian bola mata kirinya.

Bahkan saat ini, kondisi kulit matanya pun membusuk. Benjolan tumor diperkirakan sebesar bola tenis meja itu hanya ditutupi perban saja, belum dilakukan upaya operasi karena keluarga tak memiliki biaya.

”Sakit, bu…,” ujar Alvar Dia terus menangis ketika Bidan setempat memasangkan jarum transfusi darah ke tangan kecilnya. Fima sang ibunda, berusaha menenangkan putra pertamanya tersebut.

Perempuan asal Dusun 1 RT 02 RW 02, Kecamatan Susukanlebak, Desa Curug Wetan, Kabupaten Cirebon, itu pun menceritakan kronologi anaknya terkena tumor ganas tersebut.

Menurut sang Ibu, munculnya tumor ganas di bagian bola mata anaknya saat usia 2 tahun, mata kiri Alvar menunjukkan gejala tak lazim. Yakni, mengalami iritasi mata yang muncul bintik kuning di bagian kornea mata.

Setelah itu Alvar disarankan ke dokter spesialis mata, lalu di rujuk ke RSUD Waled Kabupaten Cirebon, Semakin lama bagian tersebut mengeruh. Bagian putih mata juga terlihat daging tumbuh di bawah kelopak mata Alvar.

“Kian hari daging itu kian membesar. Tidak ada perkembangan kearah sembuh, sehingga Alvar harus dilarikan ke Rumah sakit Mata Cicendo Bandung,” katanya.

Karena itu, perempuan yang akrab disapa Fima tersebut memeriksakan anakya. Saat itu dokter mendiagnosis Alvar terkena tumor ganas di bagian mata hingga menyebakan pelemahan pada otak.

Jalan satu-satunya adalah operasi. Namun, Joni (suaminya) mengaku tak sanggup jika anaknya menjalani operasi yang menelan biaya Rp 70 juta. Joni sendiri hanya bekerja sebagai Security.  Meski sudah memiliki BPJS, ternyata tak bisa membantu banyak,” kata Fima.

BACA JUGA:   Operasi Zebra Lodaya 2019 Berlaku Mulai Hari Ini

Kondisi mata Alvar memang sempat kempis. Tapi, tak lama kemudian, benjolan itu kembali membesar. Bahkan, Alvar sering mengeluh gatal, panas, dan nyeri. Tak jarang keluar cairan nanah dari benjolan tersebut.

Selanjutnya, Fima hanya mengandalkan pengobatan ala kadarnya saja, karena sudah tidak punya biaya lagi, Fima berharap agar ada perhatian baik dari di Dinas Kesehatan, Bupati atau orang yang mau membantu proses operasi kanker ganas pada mata anaknya itu.

“Kami membutuhkan keringanan biaya operasi anak saya. Agar Alvar bisa segera di operasi dan sehat seperti anak pada lain pada umumnya,” tukasnya. (Johan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed