oleh

Bupati Sunjaya Ngeluh Aktivitas Galian C

Cirebontrust.com – Merasa dirugikan oleh aktivitas galian yang lokasinya di luar daerah, namun akses kendaraan truk pengangkutnya melewati jalur Kabupaten Cirebon, Bupati Sunjaya Purwadisastera terlihat geram.

Dengan nada tinggi, bupati yang pernah tersandung kasus dugaan perselingkuhan itu mengaku bahwa dirinya merasa dizalimi dengan aturan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pusat.

Bagaimana tidak, sudah jelas truk-truk pengangkut galian itu melewati jalur daerahnya, sedangkan tidak ada kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ia pimpin.

Alhasil, akibatnya jalan kabupaten yang dilewati truk-truk tersebut rusak parah dan resiko itu ditanggung pihaknya.

“Kita ini hanya kena imbasnya. Lihat, truk-truk di Waled itu hampir setiap menit ada puluhan yang jalannya lewat di Kabupaten Cirebon. Tapi adanya peraturan dari Kemenhub tidak boleh dipungut retribusi, kalau dulu kan boleh,” jelasnya.

Akibat itu, katannya sehingga sekarang kalau rusak tanggungjawab siapa. Kalau dulu ada retribusi itu dijadikan PAD, bisa untuk memperbaiki jalan yang rusak.

‎”Ya secara pribadi nggak adillah. Kabupaten yang ditempati tapi tidak memiliki PAD. Berapa PAD yang harusnya masuk ke kabupaten, ini malah banyak PAD masuknya ke provinsi. Tapi, namanya undang-undang saya selaku bupati, orang kecil. Ya saya legowo walaupun hati itu grundel, jujur,” ungkapnya.

‎Melihat kondisi itu, dengan tampak muka kesal, dia bercerita bahwa pernah ‎meminta Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) untuk membuat formulasi kebijakan, agar pihak pengusaha galian bisa memberi kompensasi.

Namun hingga saat ini formulasi tersebut belum dijalankan oleh pembantunya tersebut.

“Dulu waktu Kadisnya pak Iis saya minta coba formulasinya seperti apa, gimana caranya komunikasi dengan pihak galian, kita minta bukan bentuknya retribusi tapi kompensasi. Tapi sampai pak Iisnya ganti, itu belum juga terlaksana. Saya minta kompensasi, maksud saya pemilik galian itu kan memiliki truk sekian, yang melewati jalan kabupaten tuh sekian, kompensasi ke Dishub itu sekian, dikalkulasikan,” jelasnya. (Riky Sonia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed