oleh

Buang Stigma Negatif terhadap Warga Terpapar Covid-19

Citrust.id – Melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Majalengka menimbulkan keperihatinan berbagai pihak. Stigma buruk orang terkonfirmasi pun begitu melekat di tengah masyarakat.

Pemahaman itu perlu diluruskan. Siapapun orangnya, baik miskin maupun kaya, yang memiliki jabatan atau tidak, terancam terpapar virus Corona.

Penegasan itu disampaikan Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka, Alimudin.

“Covid-19 tidak pandang bulu. Semua orang berpotensi terpapar. Baik itu pejabat, rakyat, dokter, pemimpin, dan lain-lain. Mari kita berikan edukasi kepada masyarakat serta dukungan morel bagi yang terpapar,” katanya, Jumat (7/8).

Dikatakan dia, stigma buruk yang terus terpelihara dapat membuat orang-orang menyembunyikan sakitnya. Itu hanya akan memperparah situasi dan kondisi, baik secara mental maupun pada penyebaran penyakit itu sendiri.

Pasien Covid-19 pasti merasa tertekan secara mental maupun psikologis. Hal itu terjadi karena masyarakat sering mendapatkan berbagai berita negatif tentang penyakit itu, meskipun dari hasil medis menyebutkan kemungkinan sembuh adalah 97 persen.

“Stigmatisasi tersebut sangat berdampak terhadap imunitas dan mempengaruhi proses penyembuhan pasien Covid-19,” papar Ali. (Abduh)

BACA JUGA:   Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Kuningan Pecahkan Rekor

Komentar

News Feed