oleh

Baztardos Cirebon Adakan Pengajian Umum dan Santuni Ratusan Anak Yatim

Citrust.id – Klub motor Baztardos Cirebon menggelar Ramadhan On The Road di Tegal Gubug, Cirebon, Sabtu (1/6/2019). Kegiatan tersebut diisi pengajian umum yang menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Cadangpinggan, Indramayu, KH Buya Syakur Yasin, MA.

Diadakan pula santunan kepada ratusan anak yatim, buka puasa bersama, pembagian takjil gratis, hiburan musik gambus, dan lain-lain.

Selain masyarakat Tegalgubug, Ramadhan On The Road oleh Baztardos Cirebon dihadiri berbagai komunitas motor, seperti Nmax, PCX, Sumosix, BMMC, CB, Black Mangoes, Evolution, Outsiders, Conspirasi, dan lain-lain.

Pada kesempatan itu, Buya Syakur memberikan nilai positif Ramadhan On The Road yang digelar Baztardos Cirebon tersebut. Buya Syakur mengapresiasi Baztardos Cirebon yang telah mengadakan kegiatan positif dan bermanfaat.

Ketua Umum atau Presidente Baztardos Cirebon, As’ad Dojek, menjelaskan, Baztardos Cirebon merupakan komunitas pengguna/pemilik sepeda motor Kawasaki Binter Mercy. Motor tipe itu termasuk motor klasik yang dilansir tahun 1980-1985. Saat ini, basecamp Baztardos Cirebon ada di Jalan Suropati Nomor 27, Tegalgubug, Cirebon.

Dojek mengungkapkan, pihaknya rutin mengadakan Ramadhan On The Road rutin. Hingga kini, kegiatan tersebut sudah sembilan kali diadakan sejak Baztardos Cirebon terbentuk pada Oktober 2010.

Tahun ini, selain dihadiri Baztardos Ciayumajakuning, pihaknya juga mengundang klub motor lain dari Ciayumajakuning, Bandung, Purwakarta, Karawang, Pemalang, Pekalongan, Tegal, dan lain-lain.

Di mata masyarakat, lanjut Dojek, klub motor kerap dipandang sebelah mata, urakan, berandalan, dan lain-lain. Melalui Ramadhan On The Road yang di dalamnya ada pengajian dan bakti sosial, Baztardos Cirebon ingin mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap klub motor.

“Alhamdulilah, kegiatan ini tiap tahun mendapat respons yang baik dari masyarakat, terutama masyarakat Tegal Gubug. Mereka percaya dan memandang positif Bartardoz Cirebon,” katanya.

Dojek mengutarakan, dana kegiatan berasal dari swadaya anggota. Misal, untuk hiburan, sewa panggung, konsumsi dan lain-lain biayanya dari anggota. Sedangkan dana santunan untuk anak yatim berasal dari swadaya anggota dan para donatur.

Dojek menambahkan, nilai santunan yang diberikan untuk ratusan anak yatim di acara itu total sebanyak Rp32 juta.

Mayoritas anak yatim berasal dari Tegal Gubug Kidul. Selain itu, anak yatim dari tetangga desa, seperti sejumlah desa di Kecamatan Susukan, juga diberi santunan. Selebihnya santunan disalurkan melalui organisasi yang mengurus anak yatim,” terangnya.

“elain untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap klub motor, kegiatan ini juga sebagai implementasi pesan Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan menyantuni anak yatim,” ujar Dojek. /haris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed