oleh

Ayah Seorang Wartawan Diancam Dibunuh Oknum Anggota Ormas

CIREBON (CT) – Puluhan preman bermotor melakukan intimidasi atau ancaman pembunuhan ke salah satu warga Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, bernama Abdul Rochmani (56), ayah dari salah seorang wartawan media lokal dengan melakukan penggerebekan. Hal itu terjadi pada Senin malam (14/03) sekitar pukul 22.30 WIB di kediaman keluarga istrinya, di Desa Sedong Lor Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon.

Kejadian berawal, ketika korban pulang ke rumah istrinya yang bernama Neni Triana (44), selang beberapa menit kemudian, tiba-tiba segrombolan preman bermotor masuk ke halaman, dan mengetuk pintu rumah. Salah satu oknum preman tersebut menanyakan keberadaan korban. Namun, beberapa oknum preman yang masih di sepeda motor dan menggunakan helm yang jumlahnya puluhan membuat gaduh, mereka teriak-teriak dengan nada ancaman.

Akhirnya, karena ketakutan, mertua korban yang bernama Aspiah (67) mengusir tamu tersebut. Akan tetapi, segrombolan preman tersebut semakin menjadi-jadi, kemudian salah satu preman lagi mendekat, dan dengan nada marah, preman tersebut mengatakan kepada Aspiah, bahwa dirinya adalah anggota salah satu Ormas di Cirebon.

“Terus terang kami takut, dan mereka nggak sopan. Masa bertamu malam-malam, dan bergrombol. Bahasanya juga nggak sopan. Malah ada yang ngancam, dia bilang, saya Muktar dari DPC Projo Ciperna, bilangin sama pak Adung (sapaan korban) jangan macam-macam sama Projo. Terus ada yang bilang nanti saya habisin,” ujar Aspiah, mertua korban.

Hal senada dikatakan Edi, tetangga yang juga adik ipar korban, pada saat malam itu, sepeda motor sangat banyak. Bukan hanya di dalam halaman saja, tapi juga di jalan raya banyak.

“Ada sekitar 5 motor yang didalam, belum yang di jalan rayanya. Mereka menggunakan helm semua. Saya sih tadi sudah siap-siap, kalau macam-macam aja, saya teriakin maling. Karena saya juga kesel, malam-malam gerombolan ke rumah ibu saya. Sudah gitu Nggak sopan pula,” cetusnya.

BACA JUGA:   Petugas Berikan Sanksi Fisik maupun Sosial dalam Operasi Yustisi Prokes

Untuk penanganan secara hukum, pihak keluarga sudah melaporkan hal itu, ke Polisi Sektor (Polsek) Sedong.

“Ini baru tahap laporan, kita akan proses. Nanti kita panggil dulu pihak terlapor, untuk dimintai keterangan. Supaya jelas benang merahnya,” ungkap Kanitreskrim Polsek Sedong, Aiptu Nana saat menerima laporan tersebut.

Sementara itu, Carika Yudistira, anak kandung korban mengatakan, kasus ini harus diusut tuntas, karena ini bukan hanya mengancam pribadi orang tua saja, akan tetapi keluarga besar juga terancam.

“Saya yakin, ini direncanakan. Saya sudah konsultasi dengan Kontras dan LBH Jabar, dan mereka akan mengawal kasus ini. Teman-teman Kontras dan LBH khawatir, kejadian yang dialami Salim Kancil akan terjadi lagi. Makanya mereka siap mengawal,” pungkasnya. (Riky Sonia)

Komentar

News Feed