oleh

Ansor Tanggapi Munculnya Simbol HTI

Citrust.id – Menyikapi simbol ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang muncul akhir-akhir ini dalam berbagai acara peringatan tahun baru hijriyah mendapatkan perhatian serius dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Majalengka.

Ansor Majalengka langsung menggelar rapat seluruh jajaran pengurus di semua tingkatan se-Kabupaten Majalengka di Pondok Pesantren Mambaul Huda, Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah.

Ketua GP Ansor Majalengka, Ahmad Cece Ashfiyadi, mengatakan, Ansor tetap konsen mengawal kehidupan beragama di Indonesia yang ramah dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ansor akan ikut mengawasi munculnya gerakan-gerakan apapun bentuknya yang mencoba merongrong NKRI.

“Atas munculnya simbol-simbol HTI kami akan langsung bereaksi. Ansor akan tetap konsen mengawal dan memantau pergerakan organisas atau kelompok yang mencoba mengganggu kenyamanan, keamanan dan ketertiban kehidupan beragama dalam bingkai NKRI tercinta ini”, ungkapnya usai memimpin rapat, Rabu (4/9).

Ansor tetap mengedepankan persuasif dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintahan dan aparat keamanann. Itu untuk mengatasi masih adanya simpatisan ataupun oknum yang mencoba membangkitkan munculnya ormas sudah dilarang oleh negara.

“Ansor tidak akan langsung bereaksi melakukan tindakan karena bukan kapasitasnya. Kamibmenyerahkan kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk menyikapi dan mengambil tindakan nyata. Adanya pawai peringatan tahun baru hijriyah dengan membawa simbol-simbol HTI sebaiknya segera disikapi dengan serius. Apalagi yang kami dengar kegiatan tersebut malah mendapatkan pengamanan dan kawalan dari aparat keamanan,” ucapnya.

Kang Cece, sapaan akrabnya, berharap, Majalengka dengan visinya Remaja tetap terasa damai dan aman sehingga kelompok-kelompok yang antiNKRI dan Pancasila harus diwaspadai. Mereka mendapatkan perhatian serius dari semua pihak agar tidak kecolongan lagi adanya warga Majalengka yang terlibat aksi radikalisme ataupun terorisme.

BACA JUGA:   Satu Rumah Ambruk akibat Pergerakan Tanah

“Mari kita sama-sama awasi dan terus waspada. Jangan sampai terlena dengan simbol apapun yang kelihatannya bisa membuai kita semua, tapi pada akhirnya akan menimbulkan keresahan,” ucapnya.

Ia mengajak semua jajaran Ansor dan Banser Majalengka untuk terus waspada dan tetap mengaktifkan diri terlibat dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ansor dan Banser Majalengka tetap konsen terlibat aktif dengan masyarakat menebar islam rahmatan lilalamin dan nilai-nilai kebangsaan yang utuh terhadap NKRI,” imbaunya. (Abduh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed