oleh

Aksi Demo, Puluhan Massa Bentrok dengan Petugas

Cirebontrust.com – Setelah melakukan aksi ujuk rasa di balai desa Tegal gubug, dan jalur Pantura depan Pasar sandang Tegal gubug hingga ke Kantor Kecamatan Arjawinangun dan terakhir mereka menuju ke kantor bupati.

Puluhan massa Aksi penolakan pembangunan Pusat Grosir Tegalgubug Cirebon (PGTC) oleh sejumlah pedagang, mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Suropati (Formasi) sempat berlangsung ricuh, Selasa (08/08/).

Pantauan Cirebontrust.com di depan Kantor Bupati Cirebon, setelah massa melakukan orasi beberapa menit, bentrok dengan aparat kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Cirebon yang menjaga pun tak terhindarkan.

Aksi massa yang dilakukan oleh mahasiswa Formasi, mereka membakar ban yang sudah disiapkan sebelumnya. Pendemo tak mampu menahan emosi mereka, sebab ban yang dibakar langsung dipadamkan dengan alat pemadam api ringan oleh petugas.

Hal itulah yang memicu, terjadinya kericuan yang sempat berlangsung hingga 10 menit itu dapat diredam. Ricuh pun kembali terjadi setelah kurang lebih 20 menit kemudian karena sebab yang sama.

Akan tetapi, bentrok yang kedua ini lebih lama, hingga beberapa pendemo yang diangap aparat kepolisian sebagai provokator diamankan.

“Kami datang hanya untuk bertemu Bupati Cirebon, kenapa harus dihalang-halangi seperti ini? Kami menyuarakan aspirasi para pedagang dan masyarakat Tegalgubug agar pembangunan PGTC jangan sampai terjadi. Karena akan membunuh pasar tradisional yang sudah ada,” kata Koordintor Aksi, Abdul Gofur.

Kehadiran PGTC, menurutnya hanya akan mendatangkan kaum kapitalis pendatang, bukanlah warga pribumi yang memiliki modal besar.

“Maka kami atas nama mahasiswa, masyarakat, pedagang pasar sandang Tegalgubug dan santri Desa Tegalgubug dengan tegas menyatakan menolak rencana pembangunan PGTC,” kata Gofur kepada Cirebontrust.com. (Sukirno Raharjo)

BACA JUGA:   UGJ Adakan Konferensi Internasional ASSETH 2019

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed