oleh

Akhir Perlawanan Sukaryadi

Citrust.id – ‎Ketua Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Sukaryadi dicopot dari ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Kabupaten Cirebon.

Hal itu akibat sikap Sukaryadi yang tidak mendukung Petahana, Sunjaya Purwadisastera, yang saat ini resmi mendapatkan rekomendasi partai bentukan Surya Paloh‎ tersebut, untuk kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) 27 Juni mendatang.

‎”‎Itu salah satu alasannya, tapi ada aspek lain yang jadi dasar DPW dan DPP untuk mencopot pak Karyadi,” terang Adang Juhandi, Wakil Ketua DPD Nasdem Kabupaten Cirebon, Senin (08/01).

Pencopotan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku di dalam Partai Nasdem. Pasalnya, setiap ketua dan pengurus DPD selalu dievaluasi, terutama sepak terjang dalam berpolitik, baik internal maupun eksternal. Meskipun, pencopotan Sukaryadi sedikit banyaknya akan memengaruhi roda partai.

“Pencopotan itu sudah jauh-jauh hari dipertimbangkan DPW dan DPP,” ujar Adang.

Sebagai pengganti Sukaryadi, Nasdem telah memilih Agus Supriyadi, yang dulu digadang-gadang akan diusung menjadi Cabup oleh partai biru tersebut. Pada Jum’at (05/01) kemarin, tugas perdana sebagai ketua DPD Nasdem Kabupaten Cirebon, sudah dilaksanakan Agus.

Dia memimpin rekan-rekan pengurusnya memberikan langsung surat rekomendasi partai ke Petahana, sebagai Cabup yang diusung oleh partai limpahan dari pimpinan terdahulunya, yakni Sukaryadi.

Sukaryadi memang dikenal sebagai politisi yang lantang dan tegas dalam mengkritisi kinerja Bupati Sunjaya Purwadisastera, yang saat ini menjadi Calon Bupati (Cabup) Petahana, yang diusung dua partai, yakni PDI Perjuangan dan Nasdem, terkait kebijakan-kebijakannya yang dianggap tak pro rakyat.

Bahkan ketika isu kasus penipuan dan nikah siri sang bupati terungkap Maret 2017 silam‎, Sukaryadi melalui fraksinyalah yang lantang menyuarakan dan siap melakukan langkah berani, dengan mengajukan hak angket. Namun hal itu tidak terjadi, karena tidak memenuhi quorum.

BACA JUGA:   Pemkab Kuningan Dukung Program Nusantara Sehat

Menanggapi pencopotannya, Sukaryadi menganggap hal itu adalah sesuatu yang tidak aneh di dalam politik. Meski begitu, saat ini dia masih bekerja sebagai legislator dari Partai Nasdem.‎ Walaupun secara struktural keanggotaannya di partai belum jelas.

Terkait sikapnya menolak Petahana, dia mengumpamakan anak yang meminta kepada orang tuanya‎. Ketika ‎orang tua sudah memutuskan anaknya harus kawin dengan pilihan orang tuanya, si anak harus mamatuhi, karena itu perintah. Akan tetapi‎, jika belum ada surat atau bukti fisik, wajar si anak menolak terlebih dahulu.

Dan orang tua, ada yang bijaksana ada juga yang tidak, semuanya dikembalikan lagi ke orang tua. Dengan tegas, Sukaryadi menyebut dirinya bukan pembangkang. Ia patuh terhadap keputusan partai, karena Sukaryadi menyadari bahwa dirinya petugas partai.

Bagi rekan-rekannya yang menganggap dirinya melawan, Sukaryadi menghiraukan hal itu. Masa bodoh dengan hal itu. Yang jelas, ia menegaskan kembali, dari regulasi yang ada dirinya tidak ada perlawanan.

“‎Sukaryadi bukan pembangkang. Sukaryadi bukan menolak keputusan. Sukaryadi gerakan arus bawah. Karena Sukaryadi ketua yang punya pengurus di bawah,” tegas Sukaryadi dengan nada tinggi, saat berbincang dengan Citrust.id.

Mengenai sosok penggantinya, mantan ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) itu berharap lebih baik darinya. Pasalnya, menurut informasi, Agus akan memberi transport Rp100 ribu bagi kader yang hadir setiap rapat.

Bukan hanya itu, Agus juga akan memberikan smartphone, dan juga menyediakan ambulan, serta akan memperbaiki kantor lebih bagus lagi. Baginya, itu adalah semangat yang besar dari penggantinya tersebut, dan tentunya harus didukung.

“Saya harap itu lebih baik. Lebih kondusif. Lebih semangat, kalau ada operasinalnya kan beda dengan yang nggak ada. Saya mendukung sekali keniatan pak Agus membesarkan partai,‎” harapnya.

BACA JUGA:   Pemkab Kuningan Siap Ikuti Porsenitas VIII di Brebes

Sukaryadi mengaku pasrah, dengan nasibnya di Nasdem, apakah dirinya akan dimasukkan kestruktural kepengurusan, atau tidak‎. Semuanya diserahkan kepada ketua yang sekarang.

“Kalau saya dipakai mangga (silakan), nggak juga nggak masalah. Yang penting saya anggota dewan Partai Nasdem,” tutupnya. /riky Sonia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed