oleh

Ada Aroma Mistik di Balik Revitalisasi Alun-alun Kejaksan, Beberapa Temuan Ini Bikin Merinding

Citrust.id – Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon merupakan satu area yang memiliki sejarah kuat, selama perkembangan Kota Cirebon di masa kolonial Belanda. Salah satu kisah menjadi patriotisme masyarakat zaman dulu adalah menjadi lokasi pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 15 Agustus 1945.

Bahkan, ada juga yang mengisahkan bahwa di Alun-alun Kejaksan ini pernah menjadi area pertempuran. Dengan sejarah ini, memberikan makna kuat atas keberadaan Alun-alun Kejaksan.

Pada 2019 ini, Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon tengah direvitalisasi. Wajah alun-alun akan mengikuti masa kini. Meski pada beberapa desain menunjukkan kekhasan Cirebon, misalnya gapura.

Kontrakror PT Inti Cipta Sejati, Heru mengakui ada beberapa temuan berbau mistik selama pengerjaan basement. Temuan tersebut diantaranya adalah kerangka manusia tanpa kepala. Kondisinya sudah terpisah antarbagiannya, termasuk kepalanya.

“Temuan itu ada di kedalaman tanah empat meter lebih. Kita tidak ambil, hanya memindahkan tidak jauh dari titik penemuan. Karena kita juga tidak paham, sehingga tidak banyak yang kita lakukan,” ungkap Heru.

Selain itu, lanjut heru, benda yang ditemukan adalah kendi abu yang sudah mengeras seperti batu. “Usianya tidak mungkin puluhan tahun, kemungkinan bisa ratusan tahun. Hal itu terlihat dari kondisinya,” katanya.

Kemudian banyak batu bata merah yang berukuran besar, memiliki lebar 20 cm dan panjangnya 25 cm. “Lebar sekali, itu bukan bata merah ukuran saat ini, karena bisa dua kali lipatnya,” ucap Heru.

Setelah batu bata merah, di bagian timur alun-alun juga ditemukan sumur dan gapura. Lingkaran cincin sumur masih utuh, hanya kondisinya sudah tetutup tanah. Sedangkan gapura, masih ada bentuk setengah lingkaran.

“Semuanya masih ada di lokasi, kita tidak mengubahnya dan tidak diapa-apakan,” kata Heru

BACA JUGA:   Aparat Keamanan di Majalengka Antisipasi Konflik Sosial

Heru juga mengakui, selama ini belum ada kejadian mistis yang menghambat pekerjaan. Namun, dengan adanya temuan itu semua pekerja tetap diberikan pesan agar tidak menggunjing atau mengucapkan hal negatif.

“Kita beritahu semua pekerja, agar tidak asal omong. Bagaimanapun tujuan ini baik, bukan untuk merusak. Itu semua agar semua pekerjaan bisa berjalan dengan baik,” ucapnya. (Aming)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed