oleh

Masyarakat Rawaurip Hidup dengan Beternak Udang Kaki Putih

Citrust.id – Budidaya udang kaki putih vaname (Litopenaeus vannamei) sudah banyak di budidayakan di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.

Masyarakat Rawaurip memulai budidaya udang sejak 2007, hingga sampai saat ini sudah banyak orang yang ikut membudidayakan udang karena tergiur dengan keuntungan.

Petani udang Rawaurip bekerja sama dengan CV. Berkah asal Indramayu untuk mendapatkan pakan, bibit, dan vitamin. Dengan syarat untuk pembayaran bisa setelah panen.

Pemberian makan udang dalam sehari bisa sampai 3-4 kali dan bisa menghabiskan 1 kwintal lebih perharinya. Dalam satu periode penanaman, pakan yang dihabiskan bisa mencapai 3 ton lebih.

“Usaha budidaya udang bisa dikatakan sebagai usaha milyarder, kalau petani udang tahu tahap-tahapan dalam penanaman dan merawatnya. Akan tetapi, usaha ini bisa dibilang untung-untungan, kadang bisa sampe untung banyak, dan kadang bisa sangat merugikan dikarenakan rentan terkena penyakit,” ujar Aan, peternak udang, Rabu (26/9/2018).

Dalam 3-4 bulan sekali udang vaname baru bisa dipanen pada umur 2 bulan dengan cara diambil sebagian (parsial).

Modal pertama yang dibutuhkan dalam budidaya udang bisa mencapai 500 juta lebih, jika sudah berjalan, modal yang dibutuhkan hanya sekitar 100 jutaan.

Pada 2013 harga udang mencapai Rp140 ribu per kilogram dan pada saat itu pula para petani mendapatkan untung besar.

Petani udang akan meraup keuntungan besar jika nilai dolar tinggi, karena harga udang mengikuti nilai dolar./ilyas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed