oleh

Waspadai Fase Break Out Covid-19, Butuh Ruang Isolasi Lebih Banyak

Citrust.id – Fase break out atau puncak penyebaran virus Corona diprediksi akhir bulan ini atau sampai awal April mendatang. Jika sampai fase puncak ini terjadi, maka jumlah pasien diperkirakan mencapai 6 kali lipat dari kondisi saat ini.

“Jika fase break out terjadi itu di akhir Maret atau sampai awal Mei. Ini eskalasinya bisa semakin tinggi. Tapi kita berusaha dan berdoa agat tidak terjadi,” ungkap Direktur RSD Gunung Jati, dr Ismail Jamaludin SpOT.

Ia juga menjelaskan, saat ini sudah ada 42 orang terkait Covid-19, baik statusnya orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) dan terkonfirmasi positif satu orang. Di RSD Gunung Jati sendiri hanya memiliki 6 bed dalam ruang isolasi. “Makanya kita sudah kirimkan 3 pasien ke RS Paru Sidawangi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Edy Sugiarto MKes mengatakan, rencananya di RSD Gunung Jati akan ditambah ruang isolasi dengan kapasitas 30 bed. Penambahan itu memanfaatkan ruangan yang rencananya akan dibongkar untuk dibangun ulang. Selain itu, ada tambahan 6 ruangan di RS Ciremai.

“Selain itu, di RSUD Arjawinangun dan RSUD Waled Kabupaten Cirebon juga menyediakan ruang isolasi untuk melapis RSD Gunung Jati,” katanya.

Edy juga sudah menyiapkan antisipasi jika situasinya semakin memburuk. Salah satunya akan menggunakan gedung Pusdiklatpri di Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon untuk dijadikan ruang isolasi dengan kapasitas 200 bed. (Aming)

BACA JUGA:   Pertamina Balongan Tangkal Penyebaran Covid-19

Komentar

News Feed