oleh

Warga Desa Ciawigajah Usir Ali Rachman Jika Ganggu Ketenangan

CIREBON (CT) – Warga Desa Ciawigajah, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon emberikan ultimatum terhadap, Ali Rachman agar tidak mengganggu tatanan sosial, budaya dan adat istiadat desa setempat, yang kental dengan Ahlussunnah Waljama’ah (Aswaja). Jika itu terjadi, warga akan bersikap tegas dengan mengusirnya dari desa tersebut, Jum’at (29/01).

Dikatakan, Jaidi (45) Tokoh Masyarakat dirinya mengaku sudah mengultimatum Ali, ketika melakukan kegiatan sosial yang dilakukan anggota Gafatar dari luar desa di kediaman Ali pada tahun 2012 silam. Pasalnya, pada saat ada simbol Gafatar yang tertera pada kegiatan yang dilakukan Ali, dirinya langsung mencari tahu profil organiasi tersebut, dari situlah, akhirnya terkuak, kalau Gafatar adalah organisasi yang menyimpang.

“Sebenarnya warga sudah curiga dari lama. Tapi, karena acaranya silaturahmi, ya warga percaya saja. Namun, setiap melakukan kegiatan tetangga nggak pernah diajak. Dari situ akhirnya saya cari tahu melalui internet, benar Gafatar adalah organisasi yang diduga menyimpang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Jaidi mengatakan, menyikapi persoalan Gafatar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) desa setempat
Mengimbau kepada masyarakat, agar tidak mudah tergiur ajakan-ajakan kegiatan seperti yang dilakukan oleh Gafatar.

“Tahun 2012 Ali sering melakukan kumpulan di rumahnya. Melakukan Baksos, pengobatan gratis dan juga mengadakan pengajian. Mungkin itu cara mereka agar warga tergiur dan masuk menjadi anggota Gafatar,” ujarnya.

Hal senada dikatakan, Sujani (60) Ketua RW setempat, Ali tidak pernah melapor, baik dalam melakukan kegiatan maupun terkait tamu-tamunya yang dari luar desa. Ali pun terkesan sembunyi-sembunyi dalam melakukan kegiatan, karena setiap ada perkumpulan di rumahnya, warga atau tetangga setempat tidak pernah diberitahu.

“Padahal kakeknya termasuk salah satu tokoh di sini, dan juga punya Musholah, itu pun kami yang ngurus. Malah si Ali seperti itu,” pungkasnya. (Riky Sonia)

Komentar

News Feed