oleh

Ustaz HM Ujang Bustomi: Saya Khidmat Berbakti untuk Kebesaran Ansor Cirebon

Cirebontrust.com – ‎Ustad HM Ujang Bustomi Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, melakukan silaturahmi ke PAC-PAC di wilayah Cirebon Timur.

Kegiatan silaturahmi yang dilaksanakan ditiga titik, yakni PAC Astanajapura, Karangsembung dan Pengenan berlangsung khidmat dan komunikatif.
‎‎
Sambutan, ‎Ustad HM Ujang Bustomi di Masjid ‎Jami Baitul Muttaqien‎ Desa Japurabakti, Kecamatan Astanajapura, mengatakan, dirinya menginginkan GP Ansor Kabupaten Cirebon harus mandiri dan terbebas dari kepentingan politik praktis, serta harus berjiwa nasionalisme.

“Ansor itu bukan Parpol, harus bebas dari politik praktis. Kenapa saya keliling, karena saya ingin tahu keadaan Ansor seperti apa. Karena selama saya menjabat Ketua PAC Mundu, Ansor itu kaya anak seperti nggak ada bapaknya. Dari situlah akhirnya saya maju dan murni karena Allah untuk berkhidmah,” ucapnya.

Dikatakannya, dirinya bukan orang parpol ataupun pesenan, kalau ada yang mengatakan dirinya orangnya bupati itu fitnah. Secara tegas dirinya mengaku backgroundnya santri, tidak ada embel-embel lainnya, apalagi dia sempat diisukan bakal mencalonkan bupati hal itu tidak benar.

“Saya khidmat berbakti, agar banser Ansor Cirebon tetap jaya.‎ Ansor Cirebon ke depan harus berdiri ditengah-tengah, harus netral, saya akan buat lebih jaya lagi. Ansor ke depan harus sugi, sugih hati,” tegasnya.

Bahkan ‎Ustad HM Ujang Bustomi berjanji akan berusaha membangun kantor GP Ansor di Sumber, hal penting yang harus dilakukan GP Ansor yakni harus bebas dari partai dan kepentingan politik. Ansor ke depan, lanjutnya harus bebas dari politik praktis.

“Kalau ada Ansor mendukung parpol, nanti kita pecat. Saya mau mensterilkan dari kepentingan politik. Saya niat khidmah, mudah-mudahan saya dapat ridho dari Allah SWT. Untuk persiapan 24 September, saya sudah fik 30 PAC dan 300 ranting yang memberikan dukungan ke saya. Ansor Cirebon jangan kalah dengan Tasikmalaya, karena Tasikmalaya sekarang menjadi barometer di Jabar,” tandasnya, seraya dia mencatat Banser di Cirebon yang masuk list sekitar 2.700‎. (Riky Sonia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed