oleh

Ulil Abshar: Kekerasan Atas Nama Apapun Harus Ditolak

CIREBIN (CT) – Penangangan Kepolisian dan Pemerintah Daerah setempat mengenai aliran sesat menuai kritikan. Intelektual Muslim, Ulil Abshar Abdalla menyayangkan sikap Pemerintah daerah maupun kepolisian dalam melakukan penanganan terhadap pihak yang dianggap menyimpang dari ajaran islam.

Salah satunya, Ulil mencontohkan maraknya paham aliran radikal yang belakangan muncul di beberapa daerah, termasuk di Cirebon. Penangangan yang lebih mengutamakan keamanan. Menurut Ulil, memperhatikan keseimbangan terhadap perbedaan pemahaman, sangat penting dalam penanganan paham aliran yang menyimpang.

“Setuju atau tidak terhadap sesuatu yang menurut kita beda, jangan lantas ditanggapi dengan kekerasan. Karena kekerasan atas nama apapun harus ditolak,” ujar Ulil seusai mengisi materi seminar 4 Pilar Kebangsaan di Ball Room Hotel Apita, Minggu (13/03).

Ulil menambahkan, selama ini pihak kepolisian selalu menekankan keamanan dan ketertiban jika ada suatu pemahaman yang dianggap berbeda di suatu wilayah. Penekanan seperti ini, kata dia mau tidak mau langkah yang akan dilakukan berkaitan dengan kekerasan, misalnya melakukan pengusiran atau menghentikan secara paksa paham tersebut.

Menurut Ulil, hal tersebut akhirnya membuat pemahaman bahwa kekerasan dianggap sebagai langkah yang tepat dalam menyelesaikan persoalan ajaran yang menyimpang.

“Kenapa tidak mencoba melakukan penyeimbangan terhadap paham seperti itu? Kalau melakukan penyeimbangan kan setidaknya tidak akan ada kekerasan,” tutur pria yang juga merupakan tokoh Jaringan Islam Liberal ini.

Menurutnya, saat ini yang paling tepat untuk menangkis paham-paham radikal adalah dihidupkannya kembali filosofi pancasila kepada generasi muda.

“Seminar semacam ini perlu digagas sesering mungkin, sebab sangat relevan dengan situasi saat ini di mana paham-paham radikal terus berdiri,” tuturnya. (Iskandar)

Komentar

News Feed