oleh

Tiga Desa di Kecamatan Susukanlebak Terancam Lenyap?

Cirebontrust.com – Longsor yang terjadi di Kecamatan Susukanlebak, tepatnya di Desa Karangmangu, Kaligawe, dan Kaligawewetan, Kabupaten Cirebon menyisakan ketakutan bagi warga, khususnya pemukiman yang berlokasi berdekatan dengan bantaran Sungai Cimanis.

Pasalnya, setiap musim penghujan longsoran bantaran sungai tersebut yang tingginya sekitar 15 meter dari permukaan air sungai mengalami longsor, akibat gerusan air hujan dan banjir.

Setiap tahun, bantaran tanggul Sungai Cimanis yang mengitari kecamatan tersebut tergerus hingga satu meter. Hal ini tentunya akan mengancam pemukiman warga yang berlokasi disepanjang bantaran sungai yang berhulu di Kabupaten Kuningan itu lenyap.

“Kalau ini dibiarkan begitu saja, desa-desa yang berada di bantaran Sungai Cimanis lambat laun akan hilang. Apalagi kalau banjirnya seperti pada Rabu (15/02) kemarin, tentunya akan cepat menggerus pemukiman. Akibat banjir itu, longsoran terjadi hingga dua meter di tiga desa,” papar Yopi Pramudita, Ketua Tagana Kecamatan Susukanlebak, saat melakukan tinjaun lokasi, Minggu (19/02).

Menurut catatannya, ada sekitar 8 rumah warga Desa Kaligawe yang masuk zona merah rawan longsor dan sudah ditinggalkan pemiliknya, karena kondisinya sudah terjadi longsor dan sebagian sangat mengkhawatirkan.

Sementara di Desa Karangmangu ada 4 rumah yang sebagian rumahnya ambruk karena longsor, dan 2 diantara 4 rumah di Desa Kaligawewetan hanyut terbawa arus banjir karena mengalami longsoran.

‎”Banjir Rabu (15/02) kemarin memang sangat dahsyat. Air di Sungai Cimanis yang ketinggian tanggulnya sekitar 15 meter dari permukaan air sungai, pada saat banjir kemarin sampai bisa digapai oleh tangan,” tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Kaligawe meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) ataupun pusat agar cepat tanggap terkait persoalan tersebut. Pemdes meminta agar sepanjang bantaran Sungai Cimanis, khususnya yang masuk zona merah rawan longsor segera dilakukan pembronjongan.

BACA JUGA:   Antisipasi Covid-19, Pemkab Majalengka Perketat Perbatasan

“Ini sifatnya darurat. Solusinya harus segera dibronjong. Kalau dibiarkan akan terus terjadi longsor,” ujar Entis Sutisna, Kuwu Desa Kaligawe, saat ditemui di kantor desanya.

Senada, Pemdes Kaligawewetan pun sama, pihaknya menginginkan adanya pembronjongan disepanjang bantaran sungai. Pasalnya, setiap kali hujan, warganya yang berlokasi di pinggiran Sungai Cimanis merasa ketakutan.

“Kami sudah memberikan imbauan pada masyarakat yang berada di pinggir Sungai Cimanis, terutama di Dusun 01, untuk mengungsi ketika hujan. Agar meminimalisir korban jiwa. Polisi pun sudah memasang garis polisi,” terang Antoni, Sekdes Kaligawewetan, saat mengecek kondisi rumah warganya yang mengalami longsor. (Riky Sonia)

Komentar

News Feed