oleh

Tak Mau Kalah, 20.000 Massa AKSI Lakukan Unjuk Rasa Tuntut Kuwu Terpilih Segera Dilantik

INDRAMAYU (CT) – Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI) turun kejalan menuntut kuwu yang terpilih di 171 desa pada pemilihan kuwu serentak yang digelar (10/12) lalu segera dilantik, Rabu (31/12).

Aksi ini bertitik sentral di Gor Singalodra Desa Sindang Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu lalu seluruh massa aksi melakukan longmach ke pendopo Indramayu.

Dalam aksi tersebut massa yang mengikutinya sekitar 20.000 massa dengan ketentuan kurang lebih tiap desa mengirimkan 100 orang hingga 200 orang dari 171 desa.

“Kami yang tergabung dalama organisasi AKSI mendesak pemerintah daerah segera melantik kuwu terpilih,” ujar Tarkani Ketua AKSI.

Menurut Tarkani, pihak AKSI mendesak pemerintah daerah Indramayu pada bulan Januari 2015 mendatang segera melantik kuwu-kuwu yang terpilih.

“Jika kami para kuwu yang terpilih tidak cepat dilantik maka banyaknya kekosongan kewenangan sedangkan tugas kuwu tersebut kurang lebih selama 24 jam dalam melayani masyarakat, contoh kecilnya saja jika masyarakat membutuhkan tanda tangan atau stempel, kami bingung karena kami belum sepenuhnya mempunyai kewenangan karena belum dilantik,” tuturnya.

Saat dimintai keterangan tanggapan dari Pemda, Tarkani menjawab bahwa pihak pemda akan segera merealisasikan tuntutan tersebut.
Di tempat yang terpisah M. Kostaman Asisten Pemerintahan dan Hukum Pemerintah Indramayu mengatakan bahwa Bupati mempunyai batas waktu untuk melantik maksudnya prosedur-prosedur harus ditempuh terlebih dahulu.

“Dalam hal ini 30 hari terhitung sejak diterimanya hasil pilwu Bupati harus memutuskan penetapan terhadap kuwu-kuwu tersebut lalu 30 hari kedepannya Bupati baru diharuskan melantik para kuwu terpilih, pemerintah daerah menerima dan akan segera melantik kuwu-kuwu terpilih tersebut akan tetapi untuk waktunya kami belum bisa menetapkannya,” kata dia. (CT-112)

BACA JUGA:   Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah Penduduk 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed